Warga Ngaku Sudah Lima Kali Kebanjiran, Parit Jalan Gaperta Banyak Sampah
January 31, 2026 01:27 AM

MEDAN, TRIBUN - Tumpukan sampah yang menyumbat parit di Jalan Gaperta Ujung, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, mulai dibersihkan petugas. Selama bertahun-tahun, kondisi drainase yang dipenuhi lumpur dan sampah rumah tangga itu menjadi momok bagi warga sekitar, terutama saat hujan deras mengguyur Kota Medan.

“Sudah puluhan tahun kami di sini. Sudah lima kali kami mengalami kebanjiran. Air naik cepat saat hujan karena parit tidak mengalir,” ungkap Wisma, seorang warga kepada Tribun Medan, Jumat (30/1). 

Keluhan tersebut pin direspons oleh Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melakukan normalisasi drainase di kawasan tersebut. Kegiatan ini bahkan ditinjau langsung oleh Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan guna memastikan pengerjaan berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Petugas terlihat membersihkan saluran dari tumpukan sampah plastik, endapan lumpur, hingga material keras yang selama ini menghambat aliran air. Hingga kini, normalisasi telah menjangkau sepanjang kurang lebih 600 meter dan masih terus berlanjut.

"Tak hanya mengeruk drainase, penanganan juga menyasar pemangkasan pepohonan di sekitar parit. Langkah ini dilakukan untuk mencegah akar dan ranting pohon kembali menutup aliran air serta menjaga keselamatan warga," kata Gibson, jumat (30/1). 

Dikatakan Gibson, tim pemotongan pohon dari UPT Timur dikerahkan, sementara sampah dan lumpur hasil pengerjaan diangkut menggunakan dump truck ke lokasi pembuangan.

Warga menyambut baik langkah tersebut. Mereka mengaku lega melihat parit yang selama ini hitam dan berbau, kini mulai tampak bersih dan lancar. Ada beberapa bagian dinding drainase juga sempat pecah, sudah diangkut ke permukaan. 

“Kami berterima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Mudah-mudahan ini bertahan lama, tidak hanya bersih sebentar,” ujar warga lainnya. 

Perilaku Warga
KEPALA Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan mengatakan, di balik normalisasi parit ini, terselip pesan penting untuk masyarakat, bahwa persoalan banjir tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal perilaku warga sekitar. 

Parit yang kembali penuh sampah hanya tinggal menunggu waktu jika kebiasaan warga membuang sampah sembarangan terus dilakukan.

Dikatakan Gibson, Dinas SDABMBK pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hasil normalisasi dengan tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah. Parit sejatinya adalah jalur kehidupan air, bukan tempat akhir limbah rumah tangga.

"Kesadaran kolektif menjadi kunci. Menjaga parit tetap bersih berarti menjaga rumah sendiri dari banjir. Sebab, sebersih apa pun drainase dinormalisasi, tanpa budaya hidup bersih, genangan air akan kembali datang," pungkas Gibson. (dyk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.