TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin SPd MSP hadir langsung ke SMAN 1 Pining, Gayo Lues, Jumat (30/1/2026).
Kadisdik Aceh rela menerobos lumpur untuk memberi dukungan moral kepada para guru dan siswa yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Murthalamuddin datang bersama Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni SPd MPd, Kacabdin Gayo Lues, Basri SPd, serta jajaran pengawas dan kepala sekolah SMA/SMK se-Gayo Lues.
Kehadiran rombongan provinsi itu bukan sekadar meninjau kondisi fisik sekolah yang masih berlumpur.
Tetapi juga menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan di daerah bencana.
Dalam pertemuan hangat dengan para guru, Murthalamuddin mendengar langsung cerita perjuangan mereka yang tetap mengajar meski fasilitas sekolah rusak.
Suasana haru terasa ketika para pendidik mengisahkan bagaimana proses belajar tetap berjalan, meski harus dilakukan dengan sarana seadanya.
“Saya sangat mengapresiasi para guru yang tetap menjalankan kewajibannya di tengah musibah banjir.
Ini adalah bentuk pengabdian luar biasa demi masa depan anak-anak kita,” ucap Murthalamuddin penuh empati.
Murthalamuddin menegaskan, bahwa proses belajar-mengajar harus terus berlangsung, meski dalam kondisi darurat.
Ia meminta sekolah yang masih tertimbun lumpur segera dibersihkan.
Sementara sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang diminta mengajukan data untuk diprioritaskan dalam program rehabilitasi.
“Yang terpenting adalah siswa-siswi tetap bisa belajar.
Pendidikan tidak boleh terhenti, meskipun harus dilaksanakan di tenda darurat,” tutur Plt Kadisdik.
“Insya Allah, kondisi ini akan segera kita tindak lanjuti,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin mengajak seluruh pihak pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat untuk bersatu menghadapi masa pemulihan.
Ia menekankan bahwa kebersamaan adalah kunci agar pendidikan di Gayo Lues bisa bangkit kembali.
“Dengan kebersamaan dan doa, kita yakin pendidikan anak-anak Gayo Lues akan bangkit.
Ini bukan hanya tentang sekolah, tetapi tentang harapan masa depan mereka,” ujarnya.
Untuk diketahui, jarak antara Kabupaten Gayo Lues dan Banda Aceh yang merupakan ibukota Provinsi Aceh sekitar 454 km melalui jalur darat, dengan waktu tempuh rata-rata 9–10 jam menggunakan kendaraan.
Jalur Banda Aceh–Gayo Lues melewati daerah pegunungan, sehingga rawan longsor terutama saat musim hujan. (*)
Baca juga: BNPB Bersama Pemkab Gayo Lues Tinjau Pembangunan Huntara di Desa Rigeb
Baca juga: Ahli Waris dari PPPK Gayo Lues yang Meninggal Saat Jalankan Tugas Kemanusian Dapat Santunan
Baca juga: Tinjau Agusen Gayo Lues, Bupati Suhaidi Tegaskan Huntara Dibangun Pemerintah Sangat Layak Dihuni