Dina Lorenza Tanggapi Komentar Miring Artis Jadi Wakil Rakyat
January 31, 2026 01:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -– Anggapan miring terhadap artis yang terjun ke dunia politik masih kerap muncul di ruang publik.

Tak sedikit selebritas yang duduk di kursi DPR RI dinilai hanya mengandalkan popularitas, bahkan diragukan kapabilitasnya sebagai wakil rakyat.

Hal tersebut turut disadari anggota DPR RI, Dina Lorenza.

Baca juga: Gathan Saleh Eks Suami Dina Lorenza dan Cut Keke Ditangkap Polisi Terkait Penembakan di Jatinegara

Ia mengakui stigma negatif kerap membayangi para artis yang memilih jalur politik, termasuk dirinya yang kini mengemban amanah sebagai wakil rakyat.

Menurut Dina, kepercayaan publik yang diberikan kepadanya bukan sekadar karena ketenaran, melainkan sebuah jalan yang harus dijalani dengan tanggung jawab penuh.

“Dengan diberi kepercayaan, ya kita berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja. Tidak semua yang terkenal juga bisa terpilih,” ujar Dina saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dina tak menampik popularitas memberi kemudahan dalam meraih suara.

Baca juga: Kronologi Penembakan di Jakarta Timur, Pelaku Gatan Mantan Suami Dina Lorenza dan Cut Keke

Namun, ia menegaskan ketulusan dan keseriusan bekerja di lapangan jauh lebih penting dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bukan hanya ketenaran. Yang paling penting itu ketulusan hati, benar-benar mau kerja dan mau turun bersama rakyat,” ucapnya.

Sebagai figur yang lahir dari industri hiburan, Dina mengaku tidak melupakan dunia yang telah membesarkan namanya.

Justru posisinya di Komisi VII DPR RI dimanfaatkan untuk memperjuangkan isu-isu yang dekat dengan kehidupan para pekerja seni.

Ia menyoroti masih banyaknya pekerja industri hiburan yang belum mendapatkan kesejahteraan layak, meski bekerja dengan jam panjang dan tekanan tinggi.

“Masih ada teman-teman yang syuting dari pagi sampai malam, tapi kesejahteraannya kurang diperhatikan,” katanya.

Selain itu, Dina juga menyinggung sulitnya film-film berkualitas karya anak bangsa menembus jaringan bioskop besar.

Melalui Panitia Kerja (Panja) Perfilman, ia berkomitmen menyuarakan aspirasi insan perfilman agar mendapat ruang yang lebih adil.

“Banyak film Indonesia yang bagus, tapi sulit masuk ke jaringan bioskop besar. Ini yang sedang kami perjuangkan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.