Jakarta (ANTARA) - Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN ke-29 (M-ATM) mencatat kemajuan substantif yang dicapai di bawah Rencana Strategis Pariwisata ASEAN (ATSP) 2016-2025, yang telah memperkuat posisi ASEAN sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Menurut pernyataan media bersama para Menteri Pariwisata ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (29/1), M-ATM yang diselenggarakan pada 29 Januari 2026, di Cebu, Filipina itu didahului dengan pertemuan ke-63 Organisasi Pariwisata Nasional ASEAN (NTO) dan pertemuan pejabat senior terkait dengan mitra dialog.
Sejumlah pencapaian utama yang dicapai dalam pertemuan itu meliputi peningkatan implementasi standar dan penghargaan pariwisata ASEAN, dan kelanjutan peluncuran Kesepakatan Pengakuan Bersama untuk Profesional Pariwisata (MRA-TP).
Pertemuan tersebut juga menghasilkan penguatan pemasaran pariwisata regional dan promosi bersama untuk memposisikan ASEAN sebagai destinasi tunggal, berkualitas tinggi, dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya ATSP 2016–2025, pertemuan tersebut mengakui bahwa tonggak sejarah itu memberikan landasan kokoh untuk memajukan kerja sama ke fase selanjutnya dalam pengembangan pariwisata regional.
Pertemuan tersebut juga mencatat pemulihan positif yang berkelanjutan dari sektor pariwisata ASEAN.
Angka sementara menunjukkan bahwa ASEAN mencatat sekitar 144 juta kedatangan wisatawan internasional pada 2025. Hal itu mencerminkan tren peningkatan berkelanjutan yang didukung oleh langkah-langkah untuk meningkatkan konektivitas, mendiversifikasi penawaran pariwisata, dan memperkuat upaya pemasaran dan promosi.
Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya promosi pariwisata berkelanjutan, inklusif, tangguh, dan berkualitas, sejalan dengan Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Pariwisata Berkualitas yang diadopsi pada 2025.
Selain itu, pertemuan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya implementasi Rencana Sektor Pariwisata ASEAN 2026–2030 (ATSP 2026–2030) dan Strategi Pemasaran Pariwisata ASEAN 2026–2030 (ATMS 2026–2030) untuk memandu tindakan kolektif, memperkuat pencitraan dan pembangunan narasi, serta meningkatkan visibilitas regional ASEAN di tahun mendatang.
Pertemuan tersebut juga mendorong upaya berkelanjutan untuk mengoperasionalkan ATMS 2026–2030, dengan fokus promosi Asia Tenggara sebagai destinasi wisata tunggal, terpadu, dan berkualitas tinggi melalui inisiatif pemasaran regional yang berbasis data, berpusat pada audiens, dan didukung teknologi digital.
Lebih lanjut, pertemuan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya memperdalam kolaborasi dengan sektor swasta, platform daring global, dan mekanisme sub-regional guna memperkuat visibilitas merek dan memperkuat identitas regional ASEAN melalui kampanye yang bermerek bersama dan didanai bersama.







