TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Temuan jasad balita perempuan berusia 4 tahun, berinisial EH terbungkus karung di Cilacap, Jateng pada Jumat (30/1/2026) masih jadi misteri.
Sebelumnya korban EH dilaporkan hilang sejak Kamis (29/1/2026) sekira pukul 10.00 WIB.
Lalu keesokan harinya, Jumat (31/1/2026) pukul 06.00 WIB korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, terbungkus kantong plastik hitam dan dimasukkan ke dalam karung.
Karung ini disembunyikan di pojok kamar mandi dekat septic tank rumah kontrakan tetangganya.
Hingga kini polisi belum menemukan penyebab pasti kematian balita perempuan yang ditemukan terbungkus karung di Cilacap.
Baca juga: Misteri Bocah 4 Tahun di Cilacap Tewas, Jasadnya Terbungkus Karung Dekat Septic Tank Rumah Tetangga
Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dengan memeriksa saksi dan menunggu hasil autopsi.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan melakukan olah TKP serta memeriksa beberapa saksi.
“Kami masih melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi,” kata Kombes POl Budi, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, hingga saat ini ada empat saksi yang telah dimintai keterangan.
“Kami masih mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi. Ada empat saksi yang kami periksa yaitu kakek korban dan tetangganya yang menemukan,” ujarnya.
Kombes Pol Budi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan luka-luka pada tubuh korban.
“Secara kasat mata tidak ditemukan luka. Kami masih menunggu hasil autopsi yang sedang dilakukan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto,” kata Kombes Pol Budi.
Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis.
Adapun balita perempuan tersebut dilaporkan hilang sehari sebelum ditemukan meninggal, Jumat (30/1/2026) pagi.
Terakhir kali korban diketahui bermain bersama teman-teman sebayanya di sekitar rumah pada Kamis (29/1/2026) sekira pukul 10.00.
“Korban sempat pulang ke rumah bertemu kakeknya, bilang mau membeli es dan bermain kembali bersama temannya."
"Namun sampai sore hari tidak pulang,” ujar Kombes Pol Budi.
Novi, tetangga korban menceritakan detik-detik terakhir korban terlihat sebelum dinyatakan hilang,
“Jam 10 pagi itu masih main sepeda, terus beli jajan di sini. Habis itu nggak tahu kemana. Ternyata ketemunya sekarang sudah meninggal,” katanya.
Selama pencarian, keluarga korban bersama warga bahkan mengumumkan kehilangan tersebut melalui pengeras suara masjid hingga larut malam, berharap bocah itu ditemukan dalam keadaan selamat.
“Bapaknya juga ikut nyari ke sini, keliling-keliling. Semua berharap masih hidup,” lanjut Novi.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar, yang tak menyangka peristiwa memilukan itu justru terjadi di lingkungan terdekat, di tengah rasa kebersamaan saat pencarian berlangsung.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut, serta mengamankan terduga pelaku yang menghuni rumah tempat jasad korban ditemukan.
(tribun network/thf/TribunJateng.com)