Detik-Detik Terungkap Meninggalnya Lula Lahfah dari Kecurigaan ART: Tidak Terlihat Berolahraga Pagi
January 31, 2026 11:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kematian selebgram Lula Lahfah (LL) yang sempat menyisakan tanda tanya besar di benak publik kini mulai menemui titik terang. 

Tabir misteri yang menyelimuti sebuah unit apartemen di Jakarta Selatan tersebut perlahan terbuka melalui rangkaian penyelidikan mendalam dan rekaman CCTV yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian.

Keheningan yang Tak Biasa

Momen tragis ini bermula dari sebuah rutinitas yang patah. 

Sang asisten rumah tangga (ART) berinisial A, menjadi orang pertama yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres. 

Biasanya, sang selebgram terlihat aktif memulai hari dengan olahraga pagi, namun pada Jumat (23/1/2026), suasana di dalam unit tersebut sunyi senyap.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, menjelaskan dalam konferensi pers pada Jumat (30/1/2026) mengenai kecurigaan awal tersebut.

"Di hari berikutnya tidak terlihat LL seperti biasa dimana dia berolahraga pagi tapi hari itu gak ada makanya A curiga," jelas Iskandarsyah di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Rasa khawatir yang memuncak membuat A turun ke lobi pada pukul 17.37 WIB guna meminta bantuan, lantaran pintu kamar tetap terkunci rapat tanpa respons sedikit pun dari dalam.

Baca juga: Total 44 Butir, Deretan Obat yang Ditemukan di Apartemen Lula Lahfah, Klozapin Hingga Citalopram

Detik-Detik Penemuan: Pintu yang Terkunci dari Dalam

Upaya pencarian bantuan membawa A kepada petugas sekuriti berinisial Y dan tim engineering apartemen. 

Pukul 17.44 WIB menjadi momen paling krusial dalam peristiwa memilukan ini. 

Karena akses pintu masuk utama tidak bisa terbuka secara normal, petugas terpaksa melakukan tindakan darurat.

"Pada pukul 17.47 berdasarkan keterangan saksi, kunci kamar dari unit LL terkunci dari dalam maka engineering membuka kunci secara paksa sehingga LL ditemukan tergeletak terbujur kaku," ungkap Iskandarsyah.

Suasana tenang seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa. 

Dalam situasi genting tersebut, sopir dan asisten pribadi korban segera menghubungi orang-orang terdekat, termasuk VA, C, hingga kekasih korban, RA (Reza Arap), yang tiba di lokasi bersama tim medis pada pukul 19.21 WIB.

Baca juga: Teka-teki Tabung Whip Pink Kosong di Kamar ART Lula Lahfah, Disebut Barang Titipan, Dibawa dari Lobi

Tabung Pink dan Fakta di Balik TKP

Di dalam kamar tempat Lula ditemukan, tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara saksama. 

Salah satu benda yang sempat menjadi buah bibir dan memicu berbagai spekulasi di media sosial adalah temuan sebuah tabung berwarna pink.

Iskandarsyah mengklarifikasi bahwa benda tersebut merupakan tabung berisi gas tertawa (N2O).

“Ada tabung pink yang menimbulkan polemik di masyarakat. Bisa dipastikan barang-barang itu milik saudari LL,” tegasnya.

Berdasarkan hasil uji dari Puslabfor DNA Bareskrim Polri, ditemukan profil DNA milik korban pada tabung tersebut. 

Selain tabung gas, polisi juga mengamankan sejumlah barang lain seperti obat-obatan, perangkat vape beserta cairannya, hingga tisu dan sprei yang terdapat bercak darah.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Sambangi Kafe di Jaksel Bareng Sosok Inisial VA, Aktivitas Terekam

Akhir Penyelidikan: Tak Ada Unsur Pidana

Setelah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi dan membedah seluruh bukti digital dari CCTV, Polres Metro Jakarta Selatan akhirnya mengambil keputusan resmi untuk menghentikan proses penyelidikan kasus ini. 

Berdasarkan fakta lapangan, polisi tidak menemukan adanya keterlibatan pihak luar maupun unsur tindak pidana dalam kematian sang selebgram.

"Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal. Saya rasa sudah cukup, bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan pidana di sini terkait penemuan jenazah LL," kata Iskandarsyah dengan tegas.

Pihak berwajib juga mengimbau agar masyarakat menghentikan segala bentuk spekulasi liar dan menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan.

"Kita hormati keluarga korban, di sini kita coba intropeksi, jangan menimbulkan polemik-polemik. Apa yang dilakukan saudara LL tidak ada melawan hukum," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.