Fakta Baru Meninggalnya Lula Lahfah, Ada DNA Almarhumah di Tabung Whip Pink hingga Bercak Darah
January 31, 2026 08:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Penyelidikan atas kematian selebgram Lula Lahfah terus berlanjut dengan dirilisnya hasil pemeriksaan forensik terbaru.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri membeberkan rincian teknis barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Pemaparan tersebut disampaikan secara resmi di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (30/1).

Dalam penjelasannya, polisi mengungkap sejumlah fakta baru terkait kondisi TKP dan hasil uji kimia.

Salah satu temuan penting adalah keberadaan profil DNA Lula Lahfah pada sebuah tabung berwarna merah muda bermerek Whip Pink.

Temuan ini menjadi salah satu fokus utama dalam proses penyelidikan.

Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan, menjelaskan metode yang digunakan dalam identifikasi tersebut.

Ia menyebut DNA korban terdeteksi melalui teknik touch DNA atau DNA sentuhan.

Metode tersebut mengindikasikan adanya kontak langsung antara almarhumah dengan tabung tersebut.

Saat pertama kali diamankan penyidik, tabung Whip Pink itu ditemukan dalam kondisi kosong.

Baca juga: Terungkap Keberadaan Tabung Pink di TKP Kematian Lula Lahfah, Polisi Pastikan Berisi Gas Tertawa

OLAH TKP - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah menyampaikan rilis kasus kematian Lula Lahfah di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
OLAH TKP - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah menyampaikan rilis kasus kematian Lula Lahfah di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). (KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA)

Untuk memastikan kandungannya, tim forensik menggunakan produk pembanding dengan merek dan spesifikasi yang sama.

Dari hasil pengujian, diketahui bahwa tabung tersebut berisi gas nitrous oxide atau N2O.

Selain pada tabung, profil DNA Lula Lahfah juga ditemukan pada sejumlah barang lain di kamar apartemen.

Barang-barang tersebut meliputi sprei, tisu, serta kapas bekas pakai.

Temuan DNA pada beberapa benda itu menunjukkan kesesuaian identik dengan profil korban.

Polisi juga mengungkap fakta terkait bercak darah yang sempat memicu tanda tanya publik.

Bercak darah tersebut ditemukan pada sprei dan tisu di Tempat Kejadian Perkara.

Berdasarkan analisis biologis, Azhar Darlan menyebut darah tersebut tidak berkaitan langsung dengan penyebab kematian.

Ia menegaskan, "Darah yang ada di sprei dan tisu itu kemungkinan darah sudah lama. Ada kemungkinan saudari LL sedang dalam masa menstruasi atau datang bulan, karena secara fisik itu bukan darah baru," ujar Azhar.

Kesimpulan ini sekaligus menepis dugaan adanya luka fisik atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

 

SELEBGRAM MENINGGAL - Kondisi Lula Lahfah saat pertama kali ditemukan meninggal dunia di dalam apartemen.
SELEBGRAM MENINGGAL - Kondisi Lula Lahfah saat pertama kali ditemukan meninggal dunia di dalam apartemen. (Instagram/@lulalahfah)

Baca juga: Wasiat Lula Lahfah ke Reza Arap Terungkap, Sang YouTuber Berujar Akan Lebih Gila Lagi Demi Kekasih

16 Barang Bukti

Selain pemeriksaan DNA, Puslabfor juga melakukan uji toksikologi terhadap 16 item barang bukti, termasuk berbagai jenis obat-obatan cair maupun tablet.

Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofik, menegaskan bahwa tidak ditemukan zat beracun berbahaya seperti pestisida, alkohol, arsen, hingga sianida dalam tubuh maupun barang bukti.

Meski demikian, laboratorium menemukan kandungan nikotin dan gliserin pada botol liquid yang ada di TKP.

Sementara pada 44 butir tablet yang disita, polisi menemukan sejumlah bahan aktif medis, di antaranya citalopram, clozapin, dietilpropion, hingga mepivakain.

Zat-zat ini diklasifikasikan ke dalam delapan golongan bahan aktif berdasarkan bentuk dan fungsinya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyelidikan ini telah berakhir tanpa proses autopsi atau bedah mayat.

Keputusan tersebut diambil atas permintaan resmi dari pihak keluarga almarhumah.

"Keluarga telah menerima hasil pemeriksaan medis awal yang menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau indikasi penganiayaan pada tubuh korban," jelas Budi Hermanto. 

Pihak keluarga hanya meminta untuk dilakukan pemeriksaan luar saja tanpa adanya tindakan pembedahan.

"Keluarga meminta agar hanya dilakukan pemeriksaan luar dan visum tanpa tindakan bedah," ucapnya.

Dengan lengkapnya hasil labfor ini, pihak kepolisian telah memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi terakhir di TKP guna menutup spekulasi yang berkembang di masyarakat.

(TribunNewsmaker.com/ TribunnewsBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.