BANJARMASINPOST.CO.ID - Pembobolan kotak amal terjadi di masjid kawasan Desa Keramat Baru, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Wajah pelaku yang membobol kotak amal pada Kamis (29/1/2026) tersebut, berhasil terekam CCTV.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @wargabanua.official, Sabtu (31/1/2026) pelaku nekat melakukan aksinya saat masjid dalam kondisi sepi.
“"telah terjadi kemalingan kotak amal di desa keramat Baru kecamatan Martapura timur, kabupaten Banjar,” terang unggahan itu.
Baca juga: Maling Kotak Amal Masjid Al Akbar Balangan Tertangkap, Pencuri Ternyata Pasutri, Gunakan Linggis
Tampak dalam unggahan rekaman CCTV yang beredar pelaku masuk kawasan masjid.
Dia mengenakan kaus lengan panjang abu-abu, celana jeans dan topi hitam untuk menutupi wajah.
Aksi pembobolan kotak amal tersebut dilakukan sekitar pukul 10.30 Wita.
Pelaku berjalan mengendap-ngendap sambil mengecek keadaan sekitar saat memasuki kawasan masjid.
Dia pun mendekati kotak awal yang berada di bagian samping saf laki-laki.
Sebelum membobol, pelaku terlihat beberapa kali memasukkan sesuatu ke dalam kotak amal tersebut.
Setelah merasa kondisi sekitar aman, pelaku lantas membuka paksa gembok kotak amal dan mengambil sejumlah uang yang berada di dalamnya.
Pelaku membobol kotak amal dengan peralatan yang diduga sudah disiapkan dari rumah sebelum melakukan aksinya.
Hingga kini belum diketahui secara pasti identitas pelaku yang meresahkan warga tersebut.
Pencurian uang dari kotak amal atau kotak infak hampir pernah terjadi di mana saja.
Termasuk di Musala Ash Shalihin di Jalan Pramuka Kompleks Semanda 6 Banjarmasin Timur.
Setelah beberapa kali dibobol maling, akhirnya pengurus musala mendapat ide untuk meminimalisasi pelaku kejahatan.
Caranya sederhana tapi bukan memasang CCTV.
Melainkan kotak wakaf yang sebelumnya berada di dalam musala, dipindah keluar.
Kotak besi warna hijau itu ditaruh di pelataran musala.
Jadi, bagi siapa saja yang berniat mencuri atau pun mengondol kotak infak tersebut, sangat mudah terlihat.
Soalnya, musala berada di lintasan jalur/blok kompleks tersebut.
Jadi warga yang rumahnya dekat musala, bisa sambil memantau.
Begitu pula warga yang melintas di jalur/blok tersebut. Sejauh ini, hal itu cukup efektif.
(Banjarmasinpost.co.id/danti ayu)