Irfan Hakim Buka Suara Usai Viral Disebut Bela Penyanyi Denada dalam Kasus Penelantaran Anak
January 31, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id - Presenter kondang Irfan Hakim angkat bicara menanggapi kritik warganet yang menyebutnya membala penyanyi Denada dalam kasus dugaan penelantaran anak, yaitu Ressa Rizky Rossano (24).

Irfan Hakim dinilai berpihak dan kurang empati saat mewawancarai Hotman Paris mengenai pengakuan Ressa Rizky Rossano.

Tidak ingin publik semakin salah paham, Irfan menegaskan bahwa posisinya dalam tayangan tersebut murni sebagai pembawa acara yang netral.

Irfan menjelaskan bahwa banyak orang yang salah paham karena melihat potongan video tanpa mengetahui konteks waktu dan situasi saat itu.

"Itu tidak seperti yang dibayangkan. Pasti orang mikirnya gue bertanya ke Bang Hotman, mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya, dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu," ujar Irfan Hakim dikutip dari media sosialnya, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Penyanyi Denada Mengaku Ressa Rizky Memang Anaknya, Tapi Bantah Telah Menelantarkan

Irfan Hakim menambahkan bahwa saat proses syuting berlangsung pada 20 Januari, informasi yang tersedia masih sangat simpang siur.

"Di tanggal 20 Januari, komentar orang-orang saat itu masih bertanya mengenai kenapa baru sekarang (meminta pengakuan) di umur 24 tahun. Kenapa meminta tanggung jawab kepada ibu, bapaknya mana? Hal itu gue tanyain ke Bang Hotman," lanjutnya.

Tidak Berpihak

Sebagai pria yang sudah berkarier puluhan tahun di dunia penyiaran, Irfan menepis tudingan bahwa dirinya membela salah satu pihak.

Irfan Hakim menekankan bahwa tugas seorang host adalah menggali informasi dari berbagai sudut pandang, bukan untuk menjadi hakim atas masalah orang lain.

"Masalah waktu yang diputarbalikkan, framing, akhirnya membuat kesannya saya mendukung salah satu pihak. Saya adalah host talkshow, saya tidak boleh berpihak pada salah satu narasumber, saya harus netral. Dan saya pun melakukan hal itu sampai detik ini," tegas Irfan.

Menunggu Bukti dari Kedua Belah Pihak

Penyanyi Denada akhitnya menagaku bahwa Ressa Rizky adalah anaknya.
Penyanyi Denada akhitnya menagaku bahwa Ressa Rizky adalah anaknya. (Kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo/Tribunnews)

Irfan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Baginya, kebenaran atas klaim Ressa sebagai anak biologis Denada harus dibuktikan terlebih dahulu secara sah.

"Tapi kan kita baru dengar dari satu pihak ya, dari pihak Denada belum ada statement. Jadi benar atau tidaknya yang diungkapkan si anak tersebut belum bisa terbukti," pungkasnya.

Dalam videonya, Irfan berharap publik bisa lebih bijak dalam mencerna potongan video yang beredar di media sosial.

Sehingga tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyudutkan salah satu pihak.

Diasuh Ibu Ratih

Bayi Ressa diserahkan oleh nenek Denada yang merupakan buyut Ressa.

“Jadi dijemput sama bapaknya Ressa (suami Ratih) dan emak yang biasa masak di rumah. Dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu, kami ambil di hotel,” ujar Ratih.

Ratih turut mengungkapkan soal berbagai janji yang pernah disampaikan keluarga Denada pada masa lalu, yang menurutnya hingga sekarang tak pernah terwujud.

“Katanya dulu 'Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan', ini itu, tapi enggak ada semua,” pungkasnya.

Ressa mulai menelusuri latar belakang dirinya setelah kerap mengalami perundungan sejak masih duduk di bangku SMP.

Upaya pencarian tersebut membawanya pada seorang saksi penting, yakni sopir yang mengantarnya dari Jakarta menuju Banyuwangi sekitar 24 tahun silam.

"Saya tanya semua keluarga yang naik mobil saat itu, tidak ada yang mau bilang," kata Ressa.

Sebelum sang sopir meninggal dunia, Ressa akhirnya berhasil menemuinya dan memperoleh kejelasan terkait jati dirinya.

Namun, kekecewaan muncul saat Ressa meminta pengakuan secara langsung, karena Denada justru menyebutnya sebagai adik atau sepupu.

Situasi tersebut yang kemudian mendorong Ressa mengajukan gugatan perdata sebesar Rp 7 miliar ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.