SURYA.co.id Surabaya – Alternatif baru bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Bromo dengan pengalaman menginap yang lebih menyeluruh, disajikan Jambuluwuk Resort & Poshtel Bromo.
Destinasi terbaru ini memperkenalkan konsep resor berkelanjutan yang memadukan akomodasi mewah, budaya lokal, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Hotel bintang lima berkonsep resor ini diharapkan menjadi alternatif baru bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Bromo dengan pengalaman menginap yang lebih menyeluruh.
Jambuluwuk Resort & Poshtel Bromo saat ini masih berada pada tahap soft opening dengan progres pembangunan mencapai 80 persen.
Ditargetkan rampung sepenuhnya pada Februari 2026 mendatang.
Baca juga: Ini Tarif Terkini Naik Jeep Menuju Lokasi Wisata Bromo
Sejumlah fasilitas utama sudah dapat dinikmati, di antaranya restoran, aviary, serta indoor playground untuk anak-anak.
Meski belum beroperasi penuh, tingkat minat wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, sudah mulai terlihat.
“Untuk periode Februari hingga April sudah ada pemesanan kamar dari wisatawan asing, mayoritas berasal dari Asia,” kata VP Marketing Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel Marchella Purwanaika, Sabtu (31/01/2026).
Dari sisi akomodasi Jambuluwuk di kawasan wisata Gunung Bromo ini menawarkan beragam tipe kamar. Untuk hotel resor, tersedia kamar tipe Deluxe
Selain itu, terdapat Deluxe Premier Room yang dilengkapi sofa, serta Family Duplex yang dirancang untuk keluarga dengan kapasitas hingga empat orang.
Family Duplex itu berjumlah 12 kamar, memiliki tempat tidur di lantai bawah dan atas serta sudah termasuk sarapan.
Baca juga: The Southern Hotel Surabaya Padukan Kuliner Internasional dan Staycation buat Sambut Tahun Baru 2026
Chella panggilan Marchella Purwanaika menambahkan Poshtel hadir sebagai konsep luxury hostel yang menyasar wisatawan muda dan pecinta aktivitas alam.
“Total terdapat 48 kamar Poshtel dengan luas sekitar 10 meter persegi per kamar,” jelasnya.
Konsepnya menekankan kebersamaan dengan ruang komunal di tengah bangunan, dilengkapi fasilitas biliar, pingpong, karaoke, arcade game, dan darts. Interior Poshtel mengusung nuansa Indonesia modern dan dirancang menyatu dengan alam sekitar.
“Secara keseluruhan, kawasan Jambuluwuk Resort & Poshtel Bromo berdiri di atas lahan hampir 2 hektare,” lanjutnya.
Fasilitas penunjang yang disediakan pun terbilang lengkap, mulai dari kolam renang air hangat indoor, kids pool, pusat kebugaran, sauna, Melah Spa dengan berbagai perawatan, hingga sport center.
Bahkan, hotel ini juga menyediakan lapangan padel dengan latar hutan pinus Bromo, lapangan multifungsi untuk basket dan bulu tangkis, amphiteater, serta rooftop lounge yang memungkinkan tamu menikmati panorama matahari terbit dan terbenam.
“Jambuluwuk Hotel juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Kami menyerap tenaga kerja lokal dan membagikan informasi lowongan ke desa-desa di Tosari, Pasuruan. Selain itu, kami juga menjalankan program CSR seperti pembangunan lampu jalan di sekitar hotel,” lanjut Chella.
Konsep berkelanjutan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel.
Hotel ini mengusung budaya Suku Tengger, mulai dari penamaan ruang-ruang, hingga desain bangunan yang banyak menggunakan material kayu pada bagian eksterior.
Di dalam kawasan hotel juga dibangun aviary terbuka lengkap dengan air terjun buatan, kolam, serta berbagai jenis pohon seperti pule, moringa, maja, hingga kamboja fosil untuk menjaga ekosistem burung.
Tidak hanya menawarkan tempat menginap, Jambuluwuk Resort & Poshtel Bromo juga menghadirkan berbagai aktivitas bernilai tambah bagi wisatawan.
Tamu dapat mengikuti jalur tracking dengan pemandangan alam, program farmer experience untuk anak-anak, hingga paket wisata Bromo bekerja sama dengan paguyuban jeep lokal untuk menikmati matahari terbit dari Penanjakan Bromo.
Harga menginap selama masa soft opening dipatok mulai Rp1 juta per malam untuk hotel resor, sementara tarif normal ke depan diperkirakan sekitar Rp1,7 juta per malam.
Adapun Poshtel menawarkan harga promosi mulai Rp600 ribu per malam.
Dalam operasionalnya, juga menekankan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Seluruh tenaga kerja direkrut dari wilayah Tosari dan Pasuruan dengan sistem satu kamar berbanding satu pekerja.
Setiap karyawan dibekali kemampuan multitasking. Manajemen juga memberikan pelatihan perhotelan, membantu promosi produk lokal melalui media sosial, menggandeng petani setempat sebagai pemasok bahan makanan, hingga mengadakan pasar dadakan bagi tamu hotel.
Salah satu daya tarik utama lainnya adalah Fresto Hillside Restaurant yang memiliki kapasitas hingga 120 orang dan dapat diakses tidak hanya oleh tamu hotel, tetapi juga masyarakat umum.
Restoran ini menyajikan menu khas, salah satunya “sego luwuk” yang terdiri dari tumis kerang, daun pepaya, daging sapi bumbu dendeng, dan nasi gurih.
“Menu tersebut tersedia setiap hari, termasuk sebagai sajian sarapan,” ujar Chef Jambuluwuk Resort & Poshtel George Edwin.
Dari restoran ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan kota dan Gunung Bromo dengan harga makanan dan minuman yang diklaim tetap terjangkau.
Sebagai informasi, Jambuluwuk saat ini telah hadir di tujuh destinasi wisata unggulan di Indonesia, yakni Jakarta, Bogor, Malioboro Yogyakarta, Batu Malang, Seminyak Bali, Gili Trawangan, dan Bromo.