TRIBUNNEWS.COM - Kejar tayang transfer pemain AC Milan di bursa musim dingin Januari 2026 menghasilkan efek samping. Striker incaran AC Milan yang membela Crystal Palace mogok bermain di Liga Inggris.
AC Milan terus bergerak agresif ddi lantai bursa transfer demi memperkuat lini serang mereka.
Rossoneri besutan Massimiliano Allegri menyadari kebutuhkan akan striker baru, yang setidaknya bisa menjadi solusi jangka panjang klub.
Keinginan AC Milan mendatangkan bomber baru karena hanya memiliki Santiago Gimenez sebagai striker murni. Di mana penggawa timnas Meksiko ini tengah menjalani masa pemulihan pasca-operasi cedera engkel.
Sejumlah nama sempat dikaitkan dengan radar Il Diavolo Rosso. Namun dalam beberapa pekan terakhir, Rossoneri menimbang berbagai opsi yang dinilai cocok dengan gaya kepelatihan Massimiliano Allegri.
Di tengah banyaknya spekulasi, satu nama kini semakin menguat ke permukaan. Jean-Philippe Mateta menjadi kandidat serius yang terus dikaitkan dengan kepindahan ke San Siro.
Kabar terbaru menyebut AC Milan telah membuat langkah signifikan dalam negosiasi. Gazzetta dello Sport mengklaim Rossoneri telah mencapai kesepakatan dengan Crystal Palace untuk transfer Mateta.
Nilai transfer yang disepakati berada di angka 30 juta euro (Rp596 miliar), angka yang dinilai sesuai dengan kondisi kontrak Mateta yang masih tersisa sekitar 18 bulan.
Meski nominal tersebut berlaku jika Mateta baru direkrut pada musim panas, AC Milan berupaya mempercepat proses dengan menambah 5 juta euro agar Palace bersedia melepas sang striker lebih awal.
Transfer itu juga tak lepas dari keinginan sang pemain untuk memakai seragam merah hitam Rossoneri ketimbang bermain bersama Forest.
Selain kesepakatan antar klub, Mateta juga disebut sudah memiliki kesepakatan prinsip dengan Milan terkait kontrak personal. Ia akan digaji sekitar 3-3,5 juta euro per musim, plus bonus.
Baca juga: AC Milan Sediakan Pelicin Transfer Leon Goretzka, Gaji Setara Rafael Leao Jadi Ganjalan
Dalam laporan DailyMail, isu tak sedap menghampiri kubu Crystal Palace soal hubungannya dengan Mateta.
Disebutkan, sang striker tidak mau bermain untuk Crystal Palace dalam laga melawan Nottengham Forest, Sabtu (31/1) malam WIB.
Laporan ketidakmauan Mateta bermain bagi Palace, menyusul agar kepindahannya ke AC Milan semakin dipercepat.
Meski begitu, pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, membantah adanya aksi mogok bermain dari Mateta karena transfer yang semakin dekat ke AC Milan.
"Saya dapat memastikan bahwa JP (Jean-Philippe) tidak akan menjadi bagian dari tim, tetapi bukan karena ada transfer mendadak," ujar Glasner.
"Dia tidak dalam kondisi mental yang tepat untuk bermain, dan tidak masuk akal baginya untuk melakukannya. Saya harus melindungi tim dan saya harus melindungi dia."
"Itulah mengapa dia tidak akan bergabung dengan kami di Nottingham. Jika seorang pemain tidak bisa fokus pada sepak bola, tidak ada gunanya dia bermain."
Oliver Glasner menjelaskan bahwa pada 2 Februari, Jean-Philippe Mateta mungkin masih tercatat sebagai pemain Crystal Palace, tetapi ada kemungkinan ia sudah meninggalkan klub dan digantikan striker lain. Kedua skenario tersebut sedang dibahas bersama pihak klub.
"Untuk jelasnya, mungkin dia masih menjadi pemain Palace pada 2 Februari, tetapi juga mungkin dia sudah meninggalkan klub dan striker lain akan menggantikannya."
Kehadiran Mateta diyakini akan memperkuat lini depan Rossoneri secara signifikan.
Penyerang berpostur 1,92 meter ini terbukti produktif dengan torehan gol berulang, mencetak 19 dan 17 gol di musim 2023/2024 dan 2024/2025 bersama Palace.
Musim ini, Mateta sudah mengemas 10 gol dalam 34 laga di semua kompetisi.
Selain itu, rekam jejaknya di Premier League, termasuk membobol gawang semua tim Big Six, menunjukkan kualitasnya sebagai striker yang siap menghadirkan ancaman nyata di Serie A.
(Tribunnews.com/Giri)