Harga Emas Pecah Rekor Dunia, Tapi Mendadak Turun! Ternyata Ini 'Biang Keroknya'
January 31, 2026 03:35 PM

Harga Emas Pecah Rekor Dunia, Tapi Mendadak Turun! Ternyata Ini 'Biang Keroknya'

SERAMBINEWS.COM- Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, seiring meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global.

Investor ramai-ramai mengalihkan dana ke aset safe haven, mendorong harga emas melonjak hingga menembus level psikologis US$5.000 per ons, bahkan sempat menyentuh US$5.500 per ons.

Dilansir melalui BBC News (31/1/2026), kenaikan serupa juga terjadi pada harga perak dan platinum.

Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama.

Dalam beberapa hari terakhir, harga logam mulia kembali terkoreksi tajam setelah muncul sinyal stabilitas politik di Amerika Serikat (AS).

 Meski begitu, harga emas dan perak masih bertahan jauh di atas level pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Harga Emas di Abdya Terus Merosot, Segini Pasaran 31 Januari 2026

Ketidakpastian Kebijakan Trump

Salah satu pendorong utama lonjakan harga emas adalah kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dinilai tidak terduga.

Penerapan tarif perdagangan terhadap sejumlah negara mitra dagang AS memicu gangguan pada arus perdagangan global.

Kepala strategi investasi Hargreaves Lansdown, Emma Wall, menyebut kebijakan perdagangan Trump telah membuat investor gelisah dan mendorong mereka mencari aset lindung nilai.

 Pada Januari lalu, harga emas dan perak mencapai rekor tertinggi, sementara pasar saham justru melemah akibat ancaman tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa.

Ekonom Capital Economics, Hamad Hussain, menilai emas semakin mendapat sorotan karena dipandang lebih aman dibandingkan aset lain di tengah risiko kebijakan fiskal dan luar negeri AS.

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Ratusan Ribu per Gram, 31 Januari 2026 Dijual Segini

Ketegangan Geopolitik Global

Selain faktor AS, konflik geopolitik juga memperkuat reli emas.

Perang yang masih berlangsung di Ukraina dan Gaza, ketegangan di Timur Tengah, serta memburuknya hubungan AS dengan sejumlah negara menambah ketidakpastian global.

Ancaman Trump terhadap Greenland turut memperburuk sentimen pasar dan menekan dolar AS.

Investor pun kembali melirik emas sebagai aset yang dinilai lebih stabil saat dunia berada dalam kondisi penuh gejolak.

“Emas bekerja paling optimal ketika dunia terasa kacau,” ujar Wall.

 Ketegangan perdagangan, konflik geopolitik, hingga risiko penutupan pemerintahan AS membuat daya tarik emas semakin menguat.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Anjlok Tajam! Turun Rp 520 Ribu per Mayam Edisi 31 Januari 2026

Pembelian Agresif Bank Sentral

Faktor ketiga datang dari meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia.

Banyak negara mulai mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan menjadikan emas sebagai cadangan devisa alternatif.

Menurut Wall, langkah ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran atas potensi penyitaan aset dolar, seperti yang terjadi pada Rusia.

Meski demikian, Hussain mencatat permintaan emas dari bank sentral diperkirakan melambat pada 2025, meski masih lebih tinggi dibandingkan sebelum 2022.

China tetap menjadi salah satu pembeli emas terbesar, baik untuk kebutuhan perhiasan maupun investasi.

Investor institusi di Barat serta pemain baru seperti perusahaan kripto Tether juga ikut mendorong lonjakan harga melalui pembelian besar-besaran.

Baca juga: Turun Rp950 Ribu Per Mayam, Berikut Harga Emas di Langsa Hari Ini, Minggu, 31 Januari 2026

Mengapa Harga Emas Turun?

Koreksi harga emas terjadi setelah muncul kabar bahwa Trump akan mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Federal Reserve.

 Warsh dinilai lebih moderat dibandingkan kandidat lain, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap pemangkasan suku bunga agresif dan inflasi tinggi.

Meski sempat anjlok, emas masih dipandang menarik sebagai aset lindung nilai.

“Emas tidak terikat pada utang siapa pun, berbeda dengan saham atau obligasi,” kata Nicholas Frappell dari ABC Refinery.

Namun, volatilitas harga menunjukkan bahwa emas tetap berisiko dan bisa turun secepat kenaikannya sebuah pengingat bahwa bahkan aset safe haven pun tidak sepenuhnya kebal terhadap gejolak pasar.

Baca juga: Harga Emas Per Mayam di Banda Aceh Hari Ini ‘Nyungsep’ Tajam, 30 Januari 2026 Dijual Segini

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.