N20 Diiklankan untuk 'Nge-fly', BPOM Telusuri Perusahaannya
kumparanNEWS January 31, 2026 04:57 PM
BPOM menemukan dugaan penyalahgunaan gas Nitrous Oxide (N2O). N2O lazim digunakan untuk medis, kuliner, dan otomotif. Dalam penggunaan medis, gas ini hanya dapat dipakai di rumah sakit. Namun, kini gas tersebut justru diiklankan untuk dihirup pengguna.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebut tim siber dan intelijennya menemukan ketidaksesuaian teknik pemasaran N2O. Saat ini, yang tengah ramai dibicarakan di media sosial yakni produk N2O dengan nama Whip Pink, yang kerap disalahgunakan.
Menurut Ikrar, tim dari BPOM menemukan teknik marketing yang malah menunjukkan N2O ini bisa menimbulkan efek "nge-fly" untuk pemakainya.
“Tim kami dari siber dan tim intelijen lagi bekerja sekarang kita akan menandai penjualan-penjualan yang di online dan kita temukan memang itu terdapat kesalahan dan itu bagian yang kami laporkan tadi,” ucap Taruna di Kantor BPOM, Jakarta pada Jumat (30/1).
Taruna menyebut, BPOM akan bekerja sama dengan Kemenkes dan BNN untuk meregulasi produk N2O ini.
“Produknya kita akan arahkan sesuai aturan yang ada, ketiga yang berhubungan dengan dampak kepada masyarakat ini kita akan koordinasikan dengan Kemenkes dan kepolisian serta Badan Narkotika, karena aturan seharusnya itu bukan yang hanya berhubungan dengan yang N2O untuk anestesi,” ucap Taruna.
Perbesar
Ilustrasi gas tertawa. Foto: Ink Drop/Shutterstock
Taruna mengatakan BPOM akan terus menelusuri produk tersebut. Ia menyebut telah melacak produsen dari N2O ini.
“Dan kita lagi proses sekarang produsen yang seharusnya, karena saya lihat ada beberapa ketimpangan, salah satunya tentang nomor izin perusahaannya dan lainnya,” ucap Taruna.
Nilai Gen Z Rentan Salah Gunakan Whip Pink
Taruna mengatakan, motif daripada orang yang menyalahgunakan Whip Pink adalah ingin ‘coba-coba’. Maka, remaja lah yang paling rentan menyalahgunakannya.
“Saya melihat motifnya mereka ingin coba-coba ya, setelah dia rasakan jadi kebiasaan, jadi kalau dikatakan yang rentan usia yang punya keinginan-keinginantahuan itu tinggi, usia remaja,” ucap Taruna.