TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Upaya pencarian seorang anak yang dilaporkan hanyut saat berenang di kawasan Pantai Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, masih terus dilakukan hingga Sabtu (31/1/2026) sore.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, dua unit perahu milik Basarnas Padang tampak beroperasi menyisir area laut di sekitar titik awal korban dilaporkan hilang.
Tak berselang lama, tim Brimob Polda Sumbar turut bergabung dalam operasi pencarian dengan mengerahkan satu unit perahu karet.
Proses pencarian juga menjadi perhatian masyarakat. Ratusan warga terlihat memadati tepi pantai untuk menyaksikan jalannya operasi SAR.
Baca juga: Breaking News: Tiga Bocah Hanyut di Pasie Nan Tigo Padang, Dua Meninggal dan Satu Masih Dicari
Kondisi cuaca di lokasi terpantau mendung, disertai gerimis ringan yang sesekali turun, namun masih memungkinkan tim melakukan penyisiran.
Salah seorang anggota Basarnas Padang, Jody, menyampaikan bahwa pencarian direncanakan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
“Pencarian kemungkinan dilakukan sampai sekitar pukul 18.00 WIB. Saat ini cuaca masih kondusif dan seluruh tim tetap berupaya maksimal menemukan korban,” ujarnya kepada TribunPadang.com.
Dalam peristiwa tersebut, dua anak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna, melalui keterangan resminya menjelaskan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB saat ketiga korban mandi di area ujung batu di kawasan pantai.
“Jumlah korban ada tiga orang anak laki-laki. Dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian,” kata Al Banna.
Baca juga: Basarnas Masih Cari Satu Korban Hanyut di Pasie Nan Tigo Padang, Dua Orang Ditemukan Meninggal
Dua korban yang telah ditemukan masing-masing bernama Akmal (7) dan Akbar (8), keduanya pelajar asal Talao Sapek. Sementara satu korban lainnya, Rozi (8), juga pelajar asal Talao Sapek, hingga kini belum ditemukan.
Berdasarkan keterangan saksi, warga awalnya melihat tubuh seorang anak mengapung di laut. Seorang nelayan setempat bernama Ir (40) kemudian berinisiatif menggunakan perahu untuk memberikan pertolongan.
“Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melakukan penyelamatan serta menghubungi aparat terkait dan pihak puskesmas,” jelasnya.
Kedua korban yang berhasil dievakuasi selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang. Namun, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.
Saat ini, BPBD Kota Padang bersama unsur SAR, TNI, Polri, serta masyarakat setempat masih melakukan pencarian intensif terhadap satu korban yang belum ditemukan.
BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai, mengingat potensi bahaya ombak dan arus laut yang cukup kuat.