TERUNGKAP Istri Bos Sate Sampai Memohon ke Perampok: Utangmu Anggap Lunas Saja
January 31, 2026 07:53 PM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi mengungkap fakta baru kasus perampokan di rumah Purwanto, bos sate kambing di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Peristiwa perampokan di kediaman Purwanto terjadi pada Kamis (29/1/2026).

Pelaku tega menghabisi anak Purwanto yang masih berusia 6 tahun, berinisial AO.

Sedangkan istri Purwanto, Daryanti (34) mengalami luka serius dan dirawat intensif di rumah sakit.

Saat kejadian Purwanto tak ada di rumah. Ia sedang berada di Singkawang, Kalimantan Barat, menjalankan bisnis kulinernya yakni sate kambing.

Kepolisian mengungkapkan, pelaku berhasil ditangkap pada Jumat (30/1/2026) di Kabupaten Kudus.

Pelaku bernama Agus (30), yang tak lain merupakan tetangga korban. 

Diduga motif pelaku melancarkan aksi kejinya karena ditagih utang oleh korban.

KERUMUNAN WARGA - Sejumlah warga mendekati lokasi perampokan disertai pembunuhan di rumah milik warga bernama Purwanto di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1/2026). Dalam kejadian tersebut, anak Purwanto yang masih berusia 6 tahun, tewas mengenaskan
KERUMUNAN WARGA - Sejumlah warga mendekati lokasi perampokan disertai pembunuhan di rumah milik warga bernama Purwanto di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1/2026). Dalam kejadian tersebut, anak Purwanto yang masih berusia 6 tahun, tewas mengenaskan (TRIBUN MEDAN)

Motif Ditagih Utang

Peristiwa perampokan berujung pembunuhan ini ternyata diawali dengan perbincangan antara pelaku dan Daryanti.

Hal itu diketahui berdasarkan video berisi pengakuan Agus kepada polisi.

Dalam video yang beredar di media sosial itu, Agus mengaku sempat berbincang dengan korban.

Agus masuk rumah begitu saja lantaran pintu pagar tidak dikunci. Ia kemudian memanggil Daryanti. 

Korban pun keluar. Agus kemudian menanyakan nomor rekening kepada korban.

Setelah diberikan, Agus mengaku sempat mencatat nomor itu. 

Namun, beberapa detik setelahnya, Agus mencekik leher Daryanti.

Saat itu, Daryanti sempat memohon kepada Agus agar melepaskan tangannya dari leher korban.

Sambil memohon dilepaskan, Daryanti juga akan menganggap utang Agus lunas.

Namun, Agus malah makin beringas. Ia melukai leher Daryanti menggunakan cutter.

"Gus, apa ini? Sudah, utangmu anggap lunas saja," kata Agus, menirukan ucapan Daryanti.

Sementara itu, keluarga mengonfirmasi Agus sempat ditagih untuk membayar utang oleh Daryanti.

Penagihan utang dilakukan Daryanti sekira 5 atau 6 hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Penagihan tersebut diduga yang memicu kemarahan Agus.

"Setahu saya kalau ga salah 5-6 hari lalu itu si Daryanti (korban) minta (menagih utang) sama AG. Karena belum ada AG marah dan seterusnya, berujung penganiayaan," kata satu di antara keluarga korban, Wahyudi (60), dilansir TribunSolo.com.

Wahyudi menegaskan, antara Agus dengan korban tidak ada hubungan keluarga. Keduanya saling mengenal karena bertetangga.

Bahkan, Wahyudi menyebut, hubungan antara korban dan pelaku terjalin cukup baik.

"Bahkan istrinya terduga pelaku ini sering main ke sini (rumah korban)," ungkapnya.

Kronologi Kejadian

Adapun peristiwa perampokan itu pertama kali diketahui warga sekira pukul 15.30 WIB.

Paman korban, Ngatirin mendatangi rumah korban setelah mendapat kabar dari Purwanto yang berada di Kalimantan Barat.

Ngatirin menjelaskan, kabar awal diterima oleh istrinya yang dihubungi langsung oleh Purwanto.

Dalam percakapan tersebut, Purwanto meminta agar keluarga segera mendatangi rumah istrinya karena kondisi darurat.

"Istri itu (istrinya Ngatirin) dibel (ditelepon) sama suaminya korban (Purwanto). Saya disuruh ke rumahnya sini, pokoknya gawat. Saya langsung ke sana" kata Ngatirin saat ditemui TribunSolo.com di rumah korban, Kamis (29/1/2026).

Setibanya di rumah korban, Ngatirin mendapati Daryanti dalam kondisi terluka.

Dalam kondisi terluka di bagian leher, Daryanti sempat meminta tolong agar anaknya diselamatkan.

"AO (anak korban) neng kamar mandi, AO neng kamar mandi (AO di kamar mandi) gitu," kata Ngatirin menirukan ucapan Daryanti.

Ngatirin pun langsung berlari menuju kamar mandi.

Di sana, ia menemukan keponakannya, AO dalam kondisi mengenaskan.

Ngatirin lantas mengangkat tubuh bocah itu dengan harapan air yang ada di dalam tubuh korban bisa keluar. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil.

"Begitu diletakkan di lantai, sudah nggak bernyawa," ungkap Ngatirin dengan suara terbata.

Setelah mengetahui keponakannya tidak bernyawa, Ngatirin kembali memberikan pertolongan kepada Daryanti yang kondisinya makin melemah.

"Saya langsung nulungi ibune genti (saya langsung menolong ibunya)" tutup Ngatirin. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.