TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seri kedua MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta kembali digelar dengan atmosfer kompetisi yang semakin ketat.
Tim-tim menengah perlahan mulai unjuk gigi dan menggeser sejumlah tim sepak bola putri unggulan yang ada di Yogyakarta.
Kompetisi MLSC Yogyakarta seri kedua ini telah berlangsung sejak 27 Januari 2026 dan berakhir pada 1 Januari 2026.
Turnamen sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti 1.548 peserta dari 88 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta dan sekitarnya, yang terdiri dari 69 tim KU 10 dan 72 tim KU 12.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari, mengatakan MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025 - 2026 fokus mencari 16 pemain untuk bermain di MilkLife Soccer Challenge All Star 2025 - 2026 yang nantinya akan diselenggarakan di Kudus pada pertengahan Juni.
“Dari seri ini kita ambil sekitar 25 pemain terlebih dahulu, lalu diseleksi kembali menjadi 16 pemain terbaik,” kata Wulandari kepada awak media.
Dia menyampaikan persaingan menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025 - 2026 sangat ketat. Banyak pertandingan yang berakhir dengan skor tipis, bahkan sampai adu penalti.
“Ini menunjukkan bahwa kualitas pemain di masing-masing tim cukup merata. Jadi, peran pelatih dan mental pemain benar-benar diuji karena strategi dan motivasi sangat berpengaruh di fase-fase krusial,” katanya.
MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 hadir di Semarang, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Bekasi, Kudus, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin.
Turnamen ini diselenggarakan di 12 kota tersebut sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaring dan membina bibit-bibit pesepakbola putri potensial.
MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 menghadirkan pembaruan regulasi pertandingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan usia dini.
Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.
Format pertandingan yang digunakan dalam MilkLife Soccer Challenge di setiap kategori usia adalah 7 vs 7.
Tak hanya turnamen, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga menyelenggarakan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Festival ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola dengan menyasar usia yang lebih dini (6 – 8 tahun).
Tahun ini, terdapat 15 sekolah yang baru bergabung dan ikut meramaikan turnamen MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025 - 2026.
Dari 15 sekolah tersebut, SDN Nglarang menjadi satu-satunya tim debutan yang mampu lolos hingga babak 16 besar pada KU 10.
Kejutan tersebut tidak lepas dari penampilan impresif yang diperlihatkan sang pemain bintang, Danisa Anindya Nuha Zahira.
Tingginya produktivitas gol membuat Danisa masuk sebagai salah satu kandidat terkuat pencetak gol terbanyak di MLSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026 karena sudah mengemas 18 gol.
“Seneng banget berkat adanya MilkLife Soccer Challenge di Yogyakarta, saya jadi bisa berlatih bersama teman-teman putri di sekolah dan bertanding melawan siswi-siswi dari sekolah lain. Sebelumnya, saya hanya bisa berlatih dan bertanding dengan teman-teman putra,” jelas Danisa. (hda)