TRIBUNNEWS.COM - Final Thailand Masters 2026 membawa badminton Indonesia menuju kejayaan lantaran dinanti sejarah manis yang akan dibukukan oleh wakil Merah-Putih besok Minggu (1/2/2026).
Alasannya, sebanyak 6 wakil Indonesia akan berjuang di final, empat wakil diantaranya akan melakoni perang saudara di dua sektor yang berbeda. Otomatis dua gelar dipastikan jadi milik wakil Indonesia.
Perang saudara yang akan terselenggara di final Thailand Masters 2026 nanti di sektor ganda putra dan ganda campuran. Sementara itu dua sisanya terbagi di sektor ganda putri dan tunggal putra.
Ganda putra mempertemukan Leo Carnando/Bagas Maulana dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sedangkan ganda campuran ada Bobby Setiabudi/Melati Daeva vs Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Nomor ganda putri akan ada duel pasangan anyar Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva melawan Bao Li Jing/Li Yi Jing (China/7). Kemudian tunggal putra mempertemukan Moh Zaki Ubaidillah dengan Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand).
Dua gelar yang dipastikan utusan Indonesia di final Thailand Masters 2026 berkat perang saudara membawa Merah-Putih mengukir sejarah.
Adapun sejarah yang dimaksud adalah raihan lebih dari satu gelar oleh kontingen Indonesia sebelumnya belum pernah terjadi di Thailand Masters sejak 2016.
Baca juga: Bangkit dari Tekanan, Ubed Sukses Tembus ke Final Thailand Masters 2026 usai Singkirkan Alwi Farhan
Baru dua kontingen yang sejauh ini mengantongi lebih dari satu gelar di Thailand Masters yakni ada tuan rumah dan badminton China.
Indonesia selama mentas di Thailand Masters sejauh ini minimal mengamankan satu gelar saja meski tak konsisten tiap edisinya.
Akan tetapi edisi 2026 ini mengukir kisah yang berbeda dengan memastikan dua gelar sekaligus lewat derbi dan potensi masih menambah gelar lagi dua sektor lainnya.
Hanya dengan dua gelar lewat perang saudara saja, sejarah sudah dipastikan jadi milik Indonesia edisi 2026 ini.
Sedangkan kontingen lainnya yang sudah pernah mengantongi banyak gelar di Thailand Masters ada tuan rumah dan delegasi China.
Tepatnya pada tahun 2017 badminton China juara umum dengan tiga gelar juara di sektor ganda putra, putri, dan campuran.
Edisi berikutnya, 2018, tuan rumah berjaya di rumah sendiri dengan tiga gelar juara lewat tunggal putri, ganda putra, dan putri.
Andai Indonesia bisa menyabet empat gelar, otomatis sejarah jadi kontingen pertama yang mengoleksi 4 gelar dalam satu edisi melewati tuan rumah dan China.
- (WD): Bao Li Jing/Li Yi Jing (China/7) vs Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva (Indonesia/8)
- (MD): Leo Carnando/Bagas Maulana (Indonesia/1) vs Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Indonesia/2)
- (WS): Devika Sihag (India) vs Goh Jin Wei (Malaysia)
- (XD): Bobby Setiabudi/Melati Daeva (Indonesia) vs Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (Indonesia/6)
- (MS): Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) vs Moh Zaki Ubaidillah (Indonesia)
Keterangan
MS: Tunggal Putra
WS: Tunggal Putri
MD: Ganda Putra
WD: Ganda Putri
XD: Ganda Campuran
(Tribunnews.com/Niken)