TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU - Cerita Karina pemilik Smoothies Er usaha jus viral di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang pernah alami kerugian namun bangkit kembali sebab terapkan digital marketing.
Smoothies Er merupakan nama produk yang belum lama ini melejit di kalangan masyarakat Kota Baubau.
Usaha mikro kecil menengah atau UMKM ini memasarkan jus dengan rasa buah yang kental dan nikmat.
Kedai jus ini beralamat di Kelurahan Lamangga, Kecamatan Murhum.
Jika dari Pelabuhan Murhum Baubau perjalanan dapat di tempuh 2,8 kilometer dengan menggunakan motor atau mobil.
Gerainya dibuat peris di samping jalan raya dengan pohon gersen tepat di sampingnya.
Saat berkunjung siang hari, gerainya sangat ramai pengunjung, antrean panjang terjadi pada siang hari apalagi ketika matahari sedang terik.
Baca juga: Cara Ajukan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM Sulawesi Tenggara, Ada Kuota Gratis dari BPJPH
Salah satu daya tarik jus ini sebab rasa buah sangat terasa, ditambah lokasi menunggu di bawah pohon gersen rindang.
Meskipun masih berjualan dengan lokasi sempit, sederhana dan depan rumah, jus ini menjadi incaran.
Bukan karena tempatnya, melainkan rasa yang konsisten, juga tidak pelit dengan potongan buah yang disajikan.
Namun, sebelum mencapai omset besar saat ini, Smoothies Er pernah tutup sebab mengalami kerugian.
Pemilik kedai, Karina mengatakan tahun 2024 usaha miliknya terpaksa tutup sebab tidak laku dan alami kerugian.
"Tahun 2024 itu, saya menemukan hambatan yang cukup besar di usaha yang saya jalankan. Saya pernah melewati fase bahkan satu hari itu tidak ada pembeli, karena sangat sedikit pembeli yang saya dapatkan hingga tidak mendapatkan keuntungan serta lebih banyak merugi, saya sempat tutup," ujarnya saat di wawancarai jurnalis TribunnewsSultra.com.
Kurang lebih 4 bulan tutup, Karina berpikir untuk kembali melanjutkan dengan membenahi berbagai hal.
Pembenahan dilakukannya secara bertahap, mulai dari rasa, tampilan sampai strategi marketing yang digunakannya.
"2024 pertengan hingga akhir kita konsisten dengan perbaikan rasa, tahun 2025 awal menjaga tampilan serta menjaga konsistensi rasa, pertengahan 2025 saya mencoba strategi marketing digital yang sebelumnya tidak pernah saya coba. Saya mulai memasuki ranah media sosial yakni TikTok," jelasnya.
Strategi marketing yang dicobanya juga tidak semerta-merta langsung berhasil.
Perlahan, ia mulai berjualan di sosial media, usahanya perlahan-lahan bangkit kembali.
Orderan mulai banyak, membuatnya lebih konsisten untuk membuat konten marketing.
Hingga Oktober 2025 konten Smoothies Er booming di TikTok, sejak itu, penjualan meningkat bahkan sampai 8 kali lipat dari sebelumnya.
Wanita muda ini mengaku masih tidak percaya dengan keberhasilan usahanya, padahal Smoothies Er dimulai hanya untuk mengisi kekosongan waktu kuliah.
Kegemarannya mengonsumsi jus mengantarkannya, mengulik resep miliknya sendiri.
"Mengulik resep itu 1-2 bulan hingga akhirnya terdapat resep paten," jelasnya.
Ia juga menjelaskan memori saat menjajakan dagangannya secara onlie via Facebook.
Kala itu, ia membawanya dari rumah ke rumah.
Namun kini pelanggan tetapnya berdatangan setiap hari untuk membeli dagangnnya.
Ia berpesan pada anak muda agar jika memulai sesuatu harus konsisten jika ingin mencapai yang ingin digapai. (*)
(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)