Curah Hujan dan Longsor Cisarua, Disdagin Kota Bandung Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali
February 01, 2026 12:39 AM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingginya curah hujan yang turun di Kota Bandung sempat membayangi pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Namun demikian pemerintah memastikan secara umum harga kebutuhan pokok di pasar tradisional masih sangat terkendali. Tidak ada lonjakan harga ekstrem yang perlu dikhawatirkan warga.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan harga kebutuhan pokok masyarakat masih relatif aman dan stabil jelang Bulan Ramadan. 

"Sejauh ini harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi sedikit karena faktor cuaca ekstrem, terutama di komoditas cabai, tapi masih dalam batas wajar," kata Ronny saat dihubungi, Sabtu (31/1/2026). 

Ronny menyontohkan harga cabai rawit merah yang saat ini berada di kisaran Rp58.000 per kilogram. 

Baca juga: Tetap Dianggarkan di APBD 2026, Anggaran RMP Kota Bandung Turun Jadi Rp39,9 Miliar

Meskipun ada kenaikan sekitar Rp9.000 dari harga sebelumnya, angka ini dinilai jauh lebih terkendali dibandingkan periode lalu yang sempat menembus angka Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

"Dibandingkan waktu kita sidak bersama Pak Wali Kota dan Bulog beberapa waktu lalu, harga saat ini justru relatif turun dan jauh lebih stabil," tambahnya.

Menurut Roni, sektor protein hewani seperti sapi, daging ayam, dan telur ayam terpantau di harga normal.

Berdasarkan data Disdagin per akhir Januari, harga daging sapi stabil di angka Rp140.000 per kilogram.

Sementara daging ayam ras berada di Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam di Rp29.000 per kilogram.

"Untuk perdagingan masih tetap harganya, tidak ada gejolak. Daging ayam dan telur juga standar," jelas Ronny.

Terkait bencana longsor yang sempat terjadi di kawasan Bandung Barat (KBB), Ronny memastikan kejadian tersebut tidak memutus rantai distribusi pangan ke Kota Bandung.

"Distribusi dari distributor aman, tidak ada pengaruh sama sekali ke pasokan maupun harga di pasar," imbuhnya.

Baca juga: Bobotoh Sorot Lini Depan Persib, Maung Seharusnya Bisa Menang Lebih Dari Satu Gol

Gelar Bazar Utama di 30 Kecamatan

Meski harga relatif aman, Pemerintah Kota Bandung tidak mau lengah.

Sebagai langkah preventif menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi, Disdagin akan menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) yang menyasar 30 kecamatan.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi.

Sesi pertama digelar sebelum puasa pada 9-13 Februari 2026.

Sesi kedua menjelang Idulftri pada 2-6 Maret 2026.

Dalam bazar ini, warga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, gula, hingga daging dengan harga di bawah pasar karena didukung langsung oleh Bulog, Pertamina, dan ritel modern. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.