Langganan Banjir, SMP PGRI Kasiyan Sudah 3 Kali Liburkan Siswa di Januari 2026
January 31, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Tergenang banjir kegiatan belajar mengajar di SMP PGRI Kasiyan Kecamatan Puger, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026).

Pantuan TribunJatim.com ketinggian air hingga setinggi lutut orang dewasa.

Kepala SMP PGRI Kasiyan, Nur Akhmad mengungkapkan, hal ini bermula ketika hujan deras mengguyur Kecamatan Puger sejak pukul 00:00 WIB sampai dengan 03.30 WIB, mengakibatkan sungai irigasi meluap hingga menggenangi gedung sekolah.

"Semalam air setinggi paha, hingga pagi ini masih selutut. Karena kondisi tidak kondusif siswa terpaksa kami liburkan," ujarnya.

Menurutnya, hal seperti ini karena sekolah ini menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Sehingga kebijakan ini sudah sering dilakukan.

Baca juga: Serangan Tikus Mengganas di Jember, Puluhan Hektare Padi Rusak Dikhawatirkan Gagal Panen

Sekolah Langganan Banjir

"SMP PGRI Kasiyan selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Itu disebabkan dari irigasi sungai, di sekitar sekolah itu ada aliran air sungai yang dari sawah," kata Nur.

Nur mengaku sudah tiga kali meliburkan siswa selama Januari 2026. Kata dia, kebijakan tersebut terpaksa diambil, karena situasi saat itu tidak memungkinkan untuk dilakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah.

Baca juga: Trenggalek Diterjang Banjir dan Longsor: Jalur Watulimo Sempat Lumpuh Total, Alat Berat Dikerahkan

"Sudah tiga kali kami liburkan siswa gara-gara banjir. Fasilitas penunjang sekolah juga banyak yang rusak akibat terendam air," paparnya

Lebih lanjut, Nur mengungkapkan sekolahnya pernah terendam banjir setinggi 2 meter, bahkan airnya masuk hingga di ruang kelas dan kantor guru.

Harapan Normalisasi Sungai

"Paling parah banjir itu pernah sampai 2 meter, sudah masuk sampai ke kantor, kelas, dan ruangan-ruangan lainnya," ungkapnya.

Nur mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, supaya sungai irigasi tersebut segera dinormalisasi. Agar tidak memicu banjir luapan di sekolah lagi.

"Cuma sampai sekarang belum ada tindakan pasti terkait perbaikan irigasi di sawah sekitar sekolah kami," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.