Muda Bersuara dan Mapala dari Dua Universitas Gandeng Masyarakat dan DLH TTU Tanam Bambu di Ponu 
January 31, 2026 03:40 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 


POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Para Mahasiswa yang tergabung dalam Muda Bersuara dan Himpunan Mahasiswa Pencinta Lingkungan (Mapala) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Mapala Universitas Muhammadiyah Kupang menggandeng masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU menanam pohon bambu. 

Penanaman dilakukan di Bukit Pakfatu, SP 2, Dusun VII, Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),  Jumat, 30 Januari 2026. Aksi tanam pohon ini didukung penuh We Speak Up.org,Tamolog.co dan Lewowini.

Aksi tanam pohon bambu ini dilaksanakan bersama Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Perangkat dan masyarakat Desa Ponu serta Orang Muda Katolik (OMK) Paroki setempat.

Aksi tanam pohon bambu ini merupakan upaya Muda Bersua(ra) dan Mapala meningkatkan tutupan lahan di wilayah tersebut sekaligus melakukan konservasi sumber mata air di Bukit Pakfatu Desa Ponu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Yanuarius Salem melalui Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Winda Siku mengaku senang dan dengan semangat anak muda khususnya mahasiswa yang tergabung dalam Muda Bersua(ra) dan Mapala.

"Kita berikan proficiat dan apresiasi kepada adik-adik kita ini. Karena semangat ini belum dimiliki oleh semua anak muda," ucapnya.

Ia menegaskan, menjaga lingkungan ini tidak hanya menjadi tugas beberapa orang saja. Tetapi tugas semua orang yakni; kaum muda, pelajar, masyarakat, pemerintah dan stakeholder terkait.

Tanpa dukungan masyarakat dan semua pihak maka, sia-sia semua yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu, kolaborasi dan kerja sama harus selalu digalang.

Winda menegaskan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU mendukung penuh kegiatan tersebut. Ke depan, DLH TTU memastikan akan menunjang bibit pohon yang disediakan di Bank Pohon.

Ia berharap, aksi tanam pohon ini tidak hanya sekadar seremonial tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan. Masyarakat dan orang muda di desa itu diharapkan ambil bagian dalam peran ini.

Sementara itu, Jaringan Kolektif Muda Bersua(ra), Godel Maulaku mengatakan, Muda Bersua(ra) bersama Mapala UCB dan Universitas Muhammadiyah Kupang menanam bambu di Sumber Mata Air Pakfatu, Desa Ponu.

Menurutnya, antusiasme masyarakat melakukan konservasi hutan dan mata air sangat penting tinggi. Kendati kegiatan penanaman bibit pohon dan bambu sebelumnya dinyatakan gagal namun, mereka bersyukur bambu yang dibagikan kepada masyarakat tumbuh dengan baik.

Aksi menanam bambu kali ini, dilaksanakan para mahasiswa menempuh sejumlah langkah demi memperbaiki kesalahan-kesalahan sebelumnya. 

Ia menjelaskan,  berkat aksi Muda Bersua(ra) didukung We Speak Up.org, dan berkolaborasi dengan beberapa lembaga seperti; Lewowini, Mapala UCB dan Mapala Universitas Muhammadiyah dan tamolog.co akhirnya kegiatan penanaman bambu ini bisa terealisasi.

Godel berharap, aksi ini bisa membawa dampak positif terhadap debit sumber mata air dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Sebanyak 150 bibit pohon bambu yang ditanam pada kesempatan itu. Sekitar 100 bibit pohon akan ditanam di Bukit Pakfatu dan 50 bibit pohon bambu akan dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam.

Ia menjelaskan, mereka memilih pohon bambu untuk ditanam karena satu rumpun pohon bambu menyimpan cadangan air sebanyak 5000 liter air di bawahnya. Di sisi lain, bambu bisa menarik sumber air sampai 10 meter dari permukaan tanah.

"Harapan kita dengan aksi ini sumber air semakin banyak dan tutupan lahan hutan semakin banyak," pungkasnya. (bbr)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.