TRIBUNTRENDS.COM - Polisi mengungkap sejumlah nama obat yang ditemukan di apartemen selebgram Lula Lahfah.
Sejumlah obat ini merupakan obat-obatan yang dikonsumsi Lula Lahfah untuk mengatasi penyakitnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa tidak ada indikasi overdosis dalam kasus ini.
Namun polisi membeberkan beberapa jenis obat milik Lula Lahfah yang ia peroleh secara resmi dari resep dokter.
Total terdapat 44 butir obat yang tersimpan di dalam sebuah kotak berwarna merah jambu.
Dari hasil identifikasi, obat-obatan tersebut diketahui terdiri dari Citalopram, Dietilpropion, Sulpirid, Mepivakain, Enkainid, Paramomisin, dan Klozapin.
Baca juga: Big Boss Takut? Akun Whip Pink Mendadak Hilang Setelah Ramai Disorot Gegara Kematian Lula Lahfah
Temuan-temuan ini menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan polisi dalam mengungkap penyebab kematian Lula Lahfah secara menyeluruh.
Dari sekian obat yang ditemukan, dua jenis obat ini yang paling menjadi sorotan.
Sebab kedua obat ini diketahui berkaitan dengan kesehatan mental.
Dikutip dari Alodokter, Clozapine adalah obat untuk meredakan gejala skizofrenia, gangguan mental yang menyebabkan halusinasi, delusi, serta gangguan berpikir dan berperilaku.
Obat ini juga bisa digunakan untuk menangani gejala psikosis pada penderita sindrom Parkinson.
Cara kerja Clozapine adalah dengan menyeimbangkan zat alami kimia otak seperti dopamin, histamin, dan serotonin.
Clozapine bisa membantu penderita skizofrenia untuk berpikir lebih jernih dan mengurangi risiko perilaku menyakiti diri sendiri.
Namun, obat ini adalah pilihan terakhir karena bisa melemahkan daya tahan tubuh sehingga baru boleh digunakan jika terapi lain tidak efektif.
Kemudian ada juga obat Citalopram yang juga berkaitan dengan kesehatan mental.
Citalopram adalah obat antidepresan yang biasa digunakan untuk mengatasi depresi.
Baca juga: Polisi Buka Suara Terkait Penyebab Kematian Lula Lahfah: Dugaan Overdosis Itu Salah
Citalopram berfungsi mengembalikan keseimbangan serotonin dalam otak sehingga meningkatkan energi dan perasaan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah menjelaskan kronologi alur Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).
Alur cerita di hari kematian Lula Lahfah dimulai dari sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan.
Dalam sebuah CCTV yang ditelusuri polisi, Lula terekam mengunjungi sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (22/1/2026).
Lula pergi ke kafe tersebut bersama seorang rekan berinisial VA.
Setelah selesai, Lula dan VA keluar menuju kendaraan pribadi milik Lula Lahfah.
"Akhirnya Saudari LL dan VA ini selesai, lalu keluar menuju kendaraan pribadi Saudari LL," terangnya.
Lula dan VA lalu menuju Apartemen Assence Dharmawangsa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Mereka sempat terekam lift menuju kamar Lula.
Kemudian, CCTV di sekitar kamar Lula juga sempat merekam saksi lainnya keluar dari kamar menuju basemen apartemen.
Kehadirannya berkaitan dengan bukti rekaman medis dan rumah sakit yang ditemukan saat mengolah TKP.
"Saudari LL melakukan pengobatan di sebuah rumah sakit di Jaksel," tambah dia.
CCTV lalu merekam ART Lula inisial A keluar dari kamar menuju lobi apartemen untuk mengambil sebuah titipan.
"Saudari A ini membawa satu bungkusan yang sudah kita identifikasi. Sesampainya di sana, Saudari A dan C ini kembali ke unit kamar apartemen Saudari LL," jelasnya.
CCTV tak lagi mereka aktivitas Lula setelah itu hingga Jumat (23/1/2026) sore.
ART yang curiga kemudian meminta tim keamanan apartemen untuk membongkar paksa kamar Lula Lahfah.
Baca juga: Reza Arap Merasa Sahabat Lula Lahfah dari Lama Lebih Layak Dapat Dukungan: Gue Baru Setahun Pacaran
"Kamar dari unit Saudari LL ini terkunci dari dalam. Oleh karena itu, Engineering membuka paksa sehingga menemukan Saudari LL terbujur kaku," bebernya.
Dari hasil penyelidikan ini, polisi memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus kematian Lula Lahfah.
"Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal. Saya rasa sudah cukup, bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan pidana di sini terkait penemuan jenazah LL," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Dengan dihentikannya penyelidikan ini, Iskandar meminta publik tidak berspekulasi mengenai kematian Lula.
Ia meminta agar publik menghormati pihak keluarga Lula yang masih dalam kondisi berduka.
"Kita hormati keluarga korban, di sini kita coba intropeksi, jangan menimbulkan polemik-polemik. Apa yang dilakukan saudara LL tidak ada melawan hukum," tuturnya.
Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih menjelaskan, petugas keamanan apartemen menerima laporan kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB.
Saat polisi mengecek lokasi, Lula ditemukan tergeletak di atas kasur.
"Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek warna hitam," ucap Murodih dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026). (Tribun Trends/Kompas)