BANJARMASINPOST.CO.ID - Senin 2 Februari 2026 malam menjadi istimewa. Malam itu sudah masuk Nisfu Syakban 2026.
Para umat muslim umumnya melaksanakan berbagai ibadah Nisfu Syakban.
Termasuk keesokan harinya melaksanakan puasa Nisfu Sya'ban.
Nisfu Syakban merupakan pertengahan bulan menjelang tibannya Ramadan 2026.
Baca juga: Jelang Ramadan, Golkar Banjarmasin Gelar Pasar Murah Bertahap di Lima Kecamatan
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel Minggu 1 Februari 2026, Tapin, HSS & HST Hujan Ringan, 10 Wilayah Hujan Petir
Bagi yang ingin berpuasa Nisfu Syakban, berikut jadwal imsak dan berbuka puasa atau imsakiyah Nisfu Syakban 1447 Hijriah.
Wilayah Jakarta terbagi menjadi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Berikut ini jadwal lengkap imsak dan jam buka puasa di wilayah Jakarta:
Selasa, 3 Februari 2026
Warga di wilayah Bandung, Jawa Barat, dapat mengacu pada jadwal imsak dan jam buka puasa Nisfu Syaban sebagai berikut:
Selasa, 3 Februari 2026
Baca juga: Nikahi Nenek dengan 2 Cucu, Pria 30 Tahun Terpincut Kebaikan sang Juragan, Lamaran Sempat Ditolak
Ustadz Abdul Somad jelaskan apa dan bagaiamana keutamaan dari Puasa Nisfu Syaban.
Sama halnya bulan-bulan lainnya, di bulan Syaban umat muslim juga dianjurkan memperbanyak amalan dan ibadah kepada Allah SWT.
Di antara amalan-amalan tersebut ada amalan utama yang sering dikerjakan Rasulullah SAW.
Amalan tersebut adalah puasa sunnah, yang termasuk di dalamnya Puasa Nisfu Syaban.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan, Nabi Muhammad SAW menunaikan puasa sunnah lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Ini memunculkan pertanyaan dari keluarga dan para sahabat Nabi termasuk Usamah Bin Zaid.
"Apa jawaban Nabi? Ada dua jawabannya, pertama karena bulan Sya'ban bulan yang banyak dilupakan. Beribadah saat orang lupa pahalanya besar," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Taman Surga. Net.
Bulan Sya'ban berada di antara bulan haram Rajab dan bulan Lailatul Qodar Ramadhan, sehingga menurut Ustadz Abdul Somad kurang populer dan kerap terlupakan.
Alasan atau jawaban kedua dari Rasulullah adalah pada bulan Sya'ban amal dicatat dan diangkat.
Baca juga: Dedi Mulyadi Ngamuk! Ini Deretan Kebohongan Penjual Es Gabus yang Viral Dianiaya Aparat, Tak Sesuai
UAS sapaan karibnya menambahkan, Nabi Muhammad sangat menginginkan ketika amalnya diangkat ia sedang dalam keadaan berpuasa.
Sementara itu keutamaan lainnya dari bulan Sya'ban yang disebutkan oleh Ustadz Abdul Somad, dimana pada tanggal 15 bulan Sya'ban, ada malam Nisfu Sya'ban.
"Allah memperhatikan dengan perhatian khusus di malam Nisfu Sya'ban," ucap Ustadz Abdul Somad.
Pada malam Nisfu Sya'ban Allah akan ampunkan semua dosa makhluk-Nya yang meminta ampunan.
Namun, kecuali dua orang yang tidak akan Allah diampuni dosanya ketika meminta ampunan di malam Nisfu Sya'ban, yaitu orang musyrik dan orang berkelahi yang belum damai.
Bahkan jika seseorang yang masih memiliki utang puasa qadha di bulan Ramadhan, kemudian dikerjakan pada bulan Sya'ban tepatnya di hari Senin atau Kamis, maka amalan tersebut akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
"Pahala puasa qhadanya dapat, pahala puasa Seninnya dapat, puasa Sya'ban dapat," ujar Ustadz Abdul Somad.
Sehingga Nabi SAW, sangat menganjurkan memperbanyak amalan-amalan baik di bulan Sya'ban.
Selain dari pada dicatat setiap amal baiknya, tapi juga amal tersebut langsung naik kepada Allah.
Bahkan tidak hanya itu, para malaikat pun turut menyebutkan nama orang yang melakukan amalan baik di bulan Sya'ban.
Baca juga: Pembobol Kotak Amal di Masjid Desa Keramat Baru Banjar Kalsel Terekam CCTV, Santai Saat Beraksi
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnati Sya'bana lillaahi ta'aalaa
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta'ala.
Bacaan doa buka puasa, ada dua yang tertera dalam Hadits.
Doa buka puasa ini bisa dibaca saat berbuka puasa, tak hanya puasa Senin Kamis dan puasa Ayyamul Bidh.
Berikut ini adalah bacaan doa buka puasa:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"
Terjemahannya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih"
Bisa juga membaca doa berikut ini:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Terjemahannya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
(banjarmasinpost.co.id)