Satu tahun bertumbuh, satu tahun belajar, dan satu tahun mengabdi. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, kami melangkah lebih jauh menuju kemandirian, keberlanjutan, dan Indonesia yang lebih kuat,
Jakarta (ANTARA) - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat pada peringatan hari ulang tahun (HUT) pertamanya.
Head Regional Sumatera Agrinas Palma Nusantara Djoko Handoko, dalam pernyataan diterima di Jakarta, Sabtu menyatakan, BUMN sektor perkebunan sawit tersebut memandang bahwa konsep berkelanjutan tidak dapat lagi dipersempit pada capaian produksi semata, melainkan harus mencakup nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dan keberpihakan sosial.
“Dalam upaya menyatukan produktivitas, tanggung jawab bisnis, dan keberpihakan sosial, baik hari ini maupun di masa depan, kami meyakini bahwa sawit berkelanjutan bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang nilai, lingkungan yang dilindungi, serta masyarakat yang dipercayakan,” ujarnya.
Adapun peringatan HUT ke-1 Agrinas Palma Nusantara digelar di kawasan operasional perusahaan di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Jumat (30/1).
Menurutnya, satu tahun pertama merupakan fase penting dalam membangun fondasi tata kelola perusahaan yang kuat dan bertanggung jawab.
“Satu tahun bertumbuh, satu tahun belajar, dan satu tahun mengabdi. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, kami melangkah lebih jauh menuju kemandirian, keberlanjutan, dan Indonesia yang lebih kuat,” kata Djoko Handoko.
Ia menjelaskan, Agrinas Palma Nusantara lahir dari amanah negara sejak 16 Januari 2025, sejalan dengan kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Dalam setahun perjalanannya, perusahaan mengelola sekitar 1,7 juta hektare kebun sawit di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Skala pengelolaan tersebut menuntut penerapan tata kelola yang profesional dan berkelanjutan, melalui penguatan Good Corporate Governance (GCG), pengembangan sumber daya manusia, penyempurnaan standar operasional prosedur, serta konsistensi profesionalisme kerja.
Secara operasional, wilayah kerja Agrinas Palma Nusantara terbagi dalam empat regional, yakni Regional I eks Duta Palma, Regional II dan III eks PKH, serta Regional IV Organda.
Khusus Regional I eks Duta Palma, luas areal mencapai sekitar 84.000 hektare yang tersebar di sejumlah distrik di Riau, dengan 96 persen tenaga kerja merupakan eks karyawan Duta Palma.
Namun demikian, perusahaan mengakui proses transisi pengelolaan belum sepenuhnya tuntas. Aset eks Duta Palma hingga kini masih berstatus titipan Kejaksaan Agung dan belum berikrah secara hukum.
Kondisi tersebut berdampak pada pemenuhan sejumlah kewajiban, termasuk realisasi hak masyarakat seperti porsi 20 persen melalui pola KKPA atau plasma yang baru dapat dilaksanakan penuh setelah proses hukum selesai.
Sebagai respons atas kompleksitas sosial tersebut, Agrinas Palma Nusantara menyiapkan pembentukan Tim Harmonisasi Pengelolaan yang melibatkan unsur Forkopimda dan perwakilan masyarakat, guna menjadi ruang dialog dan penyelesaian persoalan di lapangan.
Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dalam rangka HUT ke-1, antara lain santunan kepada 100 anak yatim piatu, penanaman 1.000 pohon, pasar murah dengan 1.000 paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sunat massal bagi 100 anak.
Sementara itu, Ketua DPRD Kuantan Singingi Juprizal menegaskan, dukungan lembaganya terhadap peran Agrinas Palma Nusantara sebagai mitra strategis daerah.
“Atas nama DPRD Kuantan Singingi, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-1 kepada Agrinas Palma Nusantara. Kami berharap perusahaan ini benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.







