TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga di kawasan Kebon Pala, RW 04 dan RW 05, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur masih bertahan di posko pengungsian hingga Sabtu (31/1/2026).
Ketua RT 13/RW 04, Sanusi mengatakan meski banjir dengan ketinggian 2 meter sudah berangsur surut tapi hingga kini masih ada 20 warganya yang bertahan di posko pengungsian.
"Ada sekitar 20 yang masih bertahan di pengungsian. Masih di pengungsian karena rumahnya tertutup lumpur, ketebalan lumpur sekitar 50 sentimeter," kata Sanusi, Sabtu (31/1/2026).
Timbunan lumpur bercampur sampah tersebut sebelumnya terbawa saat banjir luapan aliran Kali Ciliwung dengan ketinggian lebih dari 2 meter merendam pada Jumat (30/1).
Mayoritas warga bertahan di posko pengungsian pun merupakan mereka yang rumahnya berada di titik terdalam, sehingga paling berdekatan dengan aliran Kali Ciliwung.
Untuk membersihkan timbunan lumpur tersebut rencananya warga Kebon Pala dan petugas gabungan dari TNI-Polri dan Pemkot Jakarta Timur akan melakukan kerja bakti pada Minggu (1/2/2026).
"Kita sih ada kerja bakti tapi belum hari ini. Insya Allah besok hari Minggu pagi kerja bakti. Untuk tadi pagi pembersihan lumpur pasca banjir sudah dibantu oleh PPSU dan Polairud," ujar Sanusi.
Pantauan pada Sabtu siang di posko pengungsian SDN Kampung Melayu 02, warga Kebon Pala yang masih bertahan terdiri dari kelompok lanjut usia (Lansia), balita, hingga orang dewasa.
Mereka bertahan di posko pengungsian dengan yang disiagakan pada sebuah ruang kelas di SDN Kampung Melayu 02 dengan menggunakan alas tidur berupa matras disediakan.
"Masih ada di posko pengungsian, tapi mayoritas sudah kembali ke rumah. Tinggal warga di posko SDN saja, untuk di posko pengungsian lain sudah kosong," tutur Lurah Kampung Melayu, Badrudin.