Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dalam rentang 26-31 Januari 2026, sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi di Bengkulu Tengah.
Mulai dari maket ibu kota Bengkulu Tengah, aksi keprihatinan ancaman abrasi, ijazah siswa SDN 9 yang belum dicetak, pelajar terjaring Satpol PP hingga aksi curanmor.
Berikut rangkumannya:
1. Pemkab Bengkulu Tengah Perkenalkan Maket Pembangunan Ibu Kota di Kawasan Gunung Bungkuk
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah memperkenalkan maket perencanaan pembangunan ibu kota kabupaten yang berlokasi di Kawasan Gunung Bungkuk.
Maket tersebut menggambarkan konsep pengembangan kawasan terpadu yang berfokus pada fasilitas publik, pusat pemerintahan, serta ruang terbuka hijau.
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, mengatakan maket ini menjadi gambaran arah pembangunan jangka panjang ibu kota Bengkulu Tengah agar lebih tertata, modern, dan berkelanjutan.
“Perencanaan masterplan ini kita siapkan sebagai pedoman pembangunan ibu kota ke depan. Fokus utamanya adalah menghadirkan fasilitas publik yang representatif, ruang hijau yang luas, serta pusat pelayanan pemerintahan yang terintegrasi,” ujar Rachmat Riyanto.
Dalam maket tersebut, tergambar berbagai fasilitas strategis, mulai dari kawasan perkantoran bupati, alun-alun Gunung Bungkuk, masjid agung, pendopo, gedung organisasi dan institusi daerah.
Kemudian, ada juga perpustakaan pusat arsip, IT Center, hingga area komersial dan kuliner.
Selain itu, juga dirancang taman-taman tematik, plaza, kolam, serta jembatan ikonik yang diharapkan menjadi daya tarik kawasan.
Baca juga: Maket Ibu Kota Bengkulu Tengah Resmi Diperkenalkan di Kawasan Gunung Bungkuk
2. Puluhan Aktivis Gelar Aksi Keprihatinan, Abrasi Ancam Pondok Kelapa Bengkulu Tengah Tenggelam
Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu bersama pelajar dan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan terhadap ancaman abrasi pantai di Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (25/1/2026).
Aksi tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Pulihkan Pondok Kelapa, Bengkulu, Menolak Tenggelam” di jembatan yang berada di titik pertemuan muara Sungai Lemau dan laut.
Lokasi tersebut dipilih sebagai simbol kondisi pesisir Pondok Kelapa yang terus tergerus abrasi dan terancam hilang akibat kenaikan permukaan air laut.
Koordinator aksi sekaligus Ketua Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kegelisahan masyarakat sipil atas belum terlihatnya langkah konkret negara dalam menangani kerusakan pesisir, khususnya di wilayah Bengkulu Tengah.
Menurut Dodi, abrasi yang terjadi saat ini semakin parah akibat dampak krisis iklim.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, Desa Pondok Kelapa diperkirakan menghadapi ancaman tenggelam dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun ke depan apabila tidak ada upaya penanganan yang serius dari pemerintah.
“Jika dibiarkan, abrasi ini akan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Ratusan kepala keluarga terancam kehilangan tempat tinggal, sementara lahan pertanian dan fasilitas umum seperti sekolah serta rumah ibadah berisiko rusak bahkan hilang,” jelas Dodi saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Walhi Bengkulu juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah agar melibatkan masyarakat terdampak dalam proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bengkulu Tengah tahun 2025–2030 yang saat ini sedang berjalan.
Baca juga: Abrasi Terus Menggerus Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, Walhi Desak Penanganan Cepat Pemerintah
3. 35 Lulusan SDN 9 Bengkulu Tengah Belum Terima Ijazah, DPRD Minta Kepsek Bertanggung Jawab
Sebanyak 35 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Bengkulu Tengah yang dinyatakan lulus pada tahun 2025 hingga kini belum menerima ijazah.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan wali murid.
Mereka khawatir keterlambatan penerbitan ijazah akan berdampak pada kelanjutan pendidikan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Menanggapi persoalan itu, Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Tengah, Eko Haryanto, meminta pihak sekolah bertanggung jawab dan segera mencarikan solusi.
“Saya minta kepada Kepala Sekolah SDN 9 Bengkulu Tengah untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Apa pun alasannya, harus segera dicarikan solusi, jangan sampai anak-anak kita mengalami masalah di kemudian hari,” tegas Eko, Senin (26/1/2026).
Menurut Eko, meskipun saat ini belum muncul permasalahan nyata dalam proses pendidikan para siswa, namun potensi dampak ke depan tetap harus diantisipasi sejak dini.
Ia mencontohkan, apabila ijazah baru diterbitkan pada tahun 2026 sementara siswa tersebut lulus SMP pada tahun 2028, maka secara administrasi masa pendidikan di jenjang SMP akan terbaca hanya dua tahun.
“Hal seperti ini tentu bisa menjadi persoalan administratif di kemudian hari. Ini yang tidak kita inginkan terjadi pada anak-anak,” jelasnya.
Baca juga: Akhirnya, Ijazah 35 Lulusan SDN 9 Bengkulu Tengah Segera Terbit, Dapat Solusi dari Kemendikdasmen
4. Satpol PP Bengkulu Tengah Jaring 9 Pelajar Bolos Saat Razia di Pondok Kelapa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar razia pelajar bolos sekolah di Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Rabu (28/1/2026) pagi.
Dalam razia tersebut, petugas menjaring sebanyak sembilan orang pelajar yang kedapatan berada di luar lingkungan sekolah pada jam pelajaran.
Kesembilan pelajar itu ditemukan sedang nongkrong di salah satu warung di Desa Pekik Nyaring. Mereka diketahui menghabiskan waktu dengan bermain game dan merokok saat jam sekolah berlangsung.
Kasatpol PP Bengkulu Tengah, Bambang Irawan, mengatakan razia dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan aktivitas pelajar bolos di wilayah tersebut.
“Razia ini kita lakukan berdasarkan laporan warga, yang menyampaikan bahwa sering ada pelajar nongkrong di warung saat jam sekolah,” ujar Bambang.
Ia merinci, sembilan pelajar yang terjaring berasal dari sejumlah sekolah, yakni SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah, SMP Negeri 30 Bengkulu Tengah, SMK Negeri 2 Bengkulu Tengah, serta dua orang pelajar dari STM Negeri 2 Kota Bengkulu.
Baca juga: 9 Pelajar di Bengkulu Tengah Diciduk Satpol PP Bolos Sekolah saat Asik Nongkrong
5. Aksi Curanmor Dini Hari di Bengkulu Tengah, Pelaku Beraksi di Dua TKP
Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan warga Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kali ini, pelaku diduga beraksi pada dini hari dan menyasar dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam waktu yang hampir bersamaan di wilayah Kecamatan Talang Empat dan Kecamatan Karang Tinggi.
Salah satu, korban adalah Neneng Iyatmi (58), warga Perumahan Griya Duta, Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat.
Sepeda motor miliknya jenis Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BD 2651 CV raib digondol pelaku pada Kamis (29/1/2026) dini hari, sekitar pukul 00.15 WIB hingga 01.16 WIB.
Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV milik warga sekitar. Dalam rekaman itu terlihat tiga orang pelaku datang ke Perumahan Griya Duta dengan menggunakan satu unit sepeda motor.
Setibanya di lokasi, satu orang pelaku tetap berada di atas sepeda motor, sementara dua pelaku lainnya turun dan menuju rumah korban.
Sepeda motor korban yang terparkir di teras garasi dalam kondisi tidak terkunci stang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Motor tersebut didorong keluar pekarangan sebelum akhirnya dinyalakan secara paksa.
Korban baru menyadari sepeda motornya hilang saat hendak menyiram bunga di teras rumah sekitar pukul 06.04 WIB.
Mengetahui hal tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Talang Empat.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo melalui Kapolsek Talang Empat Iptu Andri Gunawan membenarkan adanya aksi curanmor tersebut di wilayah hukumnya.
“Para pelaku ini diduga beraksi di dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni di Desa Kembang Seri dan Desa Ujung Karang. Satu TKP lainnya berada di kawasan perumahan dekat Pendopo Bukit Kandis,” ujar Iptu Andri saat dihubungi TribunBengkulu.com, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: 3 Pelaku Curanmor Gasak Motor di 2 TKP Bengkulu Tengah saat Dini Hari
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini