Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - TNI AD mengoperasikan sejumlah alat berat untuk memulihkan jalan lintas Gayo Lues-Aceh Timur yang masih tertutup akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda pada akhir 2025 lalu.

Jalur tersebut juga menjadi satu-satunya akses bagi warga sejumlah desa di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota di Kecamatan Blangkejeren.

Berdasarkan pantauan ANTARA di salah satu ruas jalan pada Desa Pepelah, Kecamatan Pining, sebanyak tiga unit excavator dioperasikan oleh TNI AD untuk membersihkan material tanah dan batu yang masih menutupi sebagian badan jalan.

Dalam proses perbaikan jalan ini, masyarakat dari arah Blangkejeren dan Pining berjalan secara bergantian, menunggu arahan dari personel TNI AD yang bertugas.

Sebelumnya, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0113/Gayo Lues Letnan Kolonel Artileri Medan Fran Desiapan Eka Saputra memastikan saat ini sudah tidak ada wilayah yang terisolasi total di Gayo Lues pascabencana akhir November 2025.

Kendati sudah tidak ada wilayah yang terisolasi total, Fran mengatakan masih ada akses jalan ke sejumlah wilayah di Gayo Lues yang terbilang sulit, seperti ke Kecamatan Pining.

"Kecamatan Pining sampai sekarang kami masih mengusahakan untuk bisa terbuka akses jalannya. Memang sudah terbuka, tetapi masih terbatas untuk muatan yang bisa dimuat. Jadi, sampai sekarang untuk akses Pining itu masih baru bisa kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang double gardan," katanya.

Adapun, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan percepatan pembersihan, khususnya fasilitas umum menjadi prioritas agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik masyarakat Aceh dapat segera pulih

"Kita semua ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit," ucap Dody.