SURYA.CO.ID, TUBAN - Ratusan umat yang mengatasnamakan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong dipastikan akan turun ke jalan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Berdasarkan informasi yan diperoleh SURYA.co.id, aksi damai tersebut menyasar tiga titik sentral di Kabupaten Tuban, Jawa TImur (Jatim), guna mendesak intervensi pemerintah pusat dan daerah terkait sengketa pengelolaan Klenteng Kwan Sing Bio yang berlarut-larut.
Berikut rincian lokasi dan jadwal aksi:
Inti dari pergerakan massa ini, adalah desakan agar pengelolaan Klenteng Kwan Sing Bio segera dikembalikan sepenuhnya kepada umat. Hal ini menyusul telah berakhirnya masa perjanjian kerja sama swakelola pada 31 Desember 2024, yang sebelumnya melibatkan tiga tokoh besar asal Surabaya sebagai mediator.
Pihak-pihak yang sebelumnya diamanatkan mengelola kepengurusan sementara meliputi:
Go Tjong Ping, Ketua Umum terpilih TITD Kwan Sing Bio, menegaskan bahwa umat kini meminta perlindungan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Demo tersebut intinya meminta tolong kepada Bapak Presiden agar membantu mengembalikan klenteng kepada umat, karena kerja sama swakelola sudah berakhir," tegasnya.
Konflik internal di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban sejatinya telah memanas sejak tahun 2021.
Upaya rekonsiliasi melalui pemilihan pengurus baru pada 8 Juni 2025 di Resto Ningrat, nyatanya belum membuahkan hasil yang diterima semua pihak.
Dalam pemilihan tersebut, Go Tjong Ping terpilih sebagai Ketua dengan 78 suara, sementara Wong Kwang Yoeng terpilih sebagai penilik. Namun, sebagian umat menyatakan mosi tidak percaya dengan alasan:
Kondisi ini, menyebabkan stagnasi pengelolaan salah satu klenteng terbesar di Asia Tenggara tersebut, sehingga umat mendesak Bupati Tuban dan instansi terkait untuk mengambil langkah tegas demi menjamin hak beribadah dan kepastian hukum.