Jajat Akan Gunakan Uang Bantuan untuk Pesta Pernikahan, Dedi Mulyadi Terkejut
January 31, 2026 09:36 PM

Tribunlampung.co.id, Jabar - Pedagang es kue bernama Suderajat atau akrab disapa Jajat mendapat bantuan uang sebesar Rp25 juta dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melansir Tribun Bogor, bantuan tersebut awalnya diberikan untuk membantu Jajat membayar kontrakan dan melunasi utang sebesar Rp10 juta, menyediakan modal usaha Rp5 juta, serta membayar upah pekerja yang memperbaiki rumahnya.

Namun, rencana penggunaan dana itu justru membuat Dedi Mulyadi terkejut. 

Jajat mengaku berniat memanfaatkan bantuan tersebut untuk menggelar pesta pernikahan anaknya. 

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi hanya bisa menggelengkan kepala.

Meski demikian, Dedi mengaku merasa simpati terhadap kondisi Jajat, warga Kampung Rawapanjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Jajat sebelumnya menjadi korban fitnah dua oknum aparat yang menuding es kue dagangannya terbuat dari spons.

Tak hanya menuduh, kedua oknum tersebut juga merekam dan menyebarkan video pengujian es kue milik Jajat hingga viral di media sosial, yang berdampak pada usaha dan kehidupan pedagang kecil tersebut.

Setelah diuji Tim Dokkes, es kue yang dijual Suderajat ternyata aman dikonsumsi.

Atas peristiwa itu banyak sekali warga yang simpati.

Suderajat bahkan menerima banyak bantuan berupa uang puluhan juta, bantuan renovasi rumah, motor, sampai umroh gratis.

Termasuk Dedi Mulyadi memberi uang Rp 15 juta.

Rp 10 juta untuk kontrakan dan bayar utang.

Rp 5 juta untuk modal usaha.

Lalu Dedi juga memberi Rp 20 juta untuk upah pekerja yang memperbaiki rumah Jajat.

KDM berharap Suderajat tidak lagi berjualan es kue dan beralih membuka usaha lain dengan modal usah yang dia berikan.

"Jadi duit babeh utuh ? udah mantep gimana," kata KDM.

Bukannya dipakai untuk modal usaha, Jajat justru berniat menggunakan uang Rp 5 juta dari Dedi untuk menikahkan anaknya.

"Gini pak buat anak saya mau kawin pak, si Andi," katanya.

Ketua RW mengatakan sebenarnya Andi anak Jajat disarankan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Mau sekolah, sekolah rakyat. Putus sekolah dari SD. Dari dinas sosial mau diajak sekolah lagi gak," katanya.

Dedi pun sepakat dengan rencana itu.

"Iya dibenerin aja semua. Ini babeh kalau mau dimanfaatin sekarang tuh udah bagus lho. Punya rumah baru, duit simpenan. Dengan RW lebih kaya babeh lho. Punya motor baru, tinggal manfaatin. Tapi ini kalau management gak bener, tiga bulan udah ilang semua," kata Dedi Mulyadi.

Jualan es kue ini ternyata Jajat tidak mengeluarkan modal.

"Mau dagang dulu besok dagang es kue," katanya.

"Berarti es kue gak pakai modal dong. Uang Rp 5 juta itu utuh," kata Dedi.

Pasalnya sistem dagang tersebut adalah setoran.

Jadi Jajat berniat memakai uang dari Dedi untuk mengadakan pesta pernikahan anak.

"Buat anak. Katanya mau buat kawin," katanya.

Mendengar itu, Dedi Mulyadi sampai geleng kepala.

"Beh, saya ngasih tuh buak bekal babeh bukan buat anak. Orang kan simpati sama babeh, bukan sama anak. Buat kehidupan babeh," katanya.

Dia menyarankan uang itu dipakai untuk membuka usaha baru.

"Kita nyaranin nih sama babeh, misal jualan es kue kan harus jalan jauh, kalau buka warung laku gak. Atau anaknya bisa jadi gojek ?" kata Dedi Mulyadi.

Baca juga: Pria di Pagar Alam Tega Tikam Rekan Kerjanya hingga Tewas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.