"Utangmu Anggap Lunas Saja" Saat Memberi Pinjaman ke Tetangga Berujung Duka di Boyolali
January 31, 2026 10:55 PM

TRIBUNJATENG. COM, BOYOLALI - Kalimat peminjam utang lebih galak daripada yang memberi utang terbukti dalam peristiwa yang semula disebut perampokan Sadis di Boyolali jawa Tengah.

Kini terungkap, Agus, pria yang menggorok tetangganya Daryanti dan menewaskan bocah 6 tahun anak korban dipicu masalah utang.

Disebutkan Agus marah karena ditagih untuk segera membayar utang oleh Daryanti.

Ia kemudian mendatangi rumah bos sate kambing asal Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, dan melakukan perbuata keji itu pada Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Sosok Agus Pelaku Perampokan Sadis Juragan Sate Kambing di Boyolali, Video Pengakuannya Beredar

Baca juga: Polisi Tangkap Perampok Sadis yang Tewaskan Bocah 6 Tahun di Pengkol Boyolali

OLAH TKP - Polisi dari Polres Boyolali melakukan olah TKP di rumah korban perampokan di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1/2026). Korban bocah ditemukan tewas, sedangkan ibunya kritis.
OLAH TKP - Polisi dari Polres Boyolali melakukan olah TKP di rumah korban perampokan di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1/2026). Korban bocah ditemukan tewas, sedangkan ibunya kritis. (tribun solo/TRI WIDODO)

Terungkap Pria 30 tahun itu bergerak sendiri menjalankan aksinya.

Dua korban ia habisi yakni ibu rumah tangga bernama Daryanti dan anaknya yang masih enam tahun, Olin.

Agus kemudian membawa sepeda motor dari rumah korban.

Ia sempat melarikan diri ke Kudus hingga kemudian dibekuk polisi pada  Jumat dini hari.

Saat ini, A sedang dalam perjalanan menuju Boyolali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Detik-detik terjadinya perampokan ternyata diawali dengan perbincangan antara pelaku dengan korban. 

Ini setelah beredar video pengakuan Agus, di hadapan polisi.

Agus mengaku masuk rumah begitu saja, karena pintu pagar rumah tak dikunci.

Tapi, ia tak langsung membekap Daryanti, melainkan memanggilnya.

Pria itu memang sebelumnya kenal dengan Daryanti, lantaran keduanya tetangga.

"Dar (Daryanti), ini Bang Agus. Aku mau bayar utang," kata Agus, dalam video itu.

Daryanti setelah itu keluar menemui Agus. Agus sempat pula tanya nomor rekening Daryanti.

Setelah diberikan, Agus mengaku mencatat nomor itu.

Setelah itu, terjadilah peristiwa itu.

Agus mencekik leher Daryanti.

"Gus, apa ini? Sudah, utangmu anggap lunas saja," kata Agus, menirukan ucapan Daryanti.

Tapi Agus tetap menyayat leher Daryanti, pakai pisau cutter.

Belum diketahui, apa alasannya dan bagaimana ia membunuh anak Daryanti yang masih berusia 6 tahun, Orlin.

Sempat Tanya Utang

RUMAH KORBAN - Warga berkerumun di depan gerbang rumah korban perampokan di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1/2026). Dalam kejadian itu seorang bocah tewas dan ibunya kritis.
RUMAH KORBAN - Warga berkerumun di depan gerbang rumah korban perampokan di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1/2026). Dalam kejadian itu seorang bocah tewas dan ibunya kritis. (tribun solo/TRI WIDODO)

Keluarga Daryanti mengungkapkan bahwa Agus sempat ditagih membayar utang oleh Daryanti sebelum terjadi insiden perampokan dan pembunuhan nan keji itu.

Keluarga menyebutkan bahwa Daryanti menagih utang kepada tetangganya tersebut sekitar 5 atau 6 hari lalu. 

Penagihan tersebut diduga memicu kemarahan Agus.

Wahyudi (60), salah satu keluarga korban, mengatakan, Agus tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban, namun keduanya saling mengenal. 

Bahkan, hubungan antara korban dan pelaku disebut cukup baik.

"Bahkan isterinya terduga pelaku ini sering main ke sini (rumah korban)," ungkapnya.

Wahyudi menuturkan bahwa insiden ini kemungkinan besar dipicu masalah utang piutang antara korban dan pelaku.

"Setahu saya kalau ga salah 5-6 hari lalu itu si Daryanti (korban) minta (menagih utang) sama AG. Karena belum ada AG marah dan seterusnya, berujung penganiayaan," pungkasnya.

Dibunuh Keji

Peristiwa perampokan sadis ini terjadi di rumah Daryanti di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kamis (29/1/2026).

Saat kejadian, suami Daryanti, Purwanto berada di Singkawang, Kalimantan Barat.

Sehari-hari mereka memang menjalin hubungan LDR, sehingga Daryanti hanya bersama dua anaknya saja di rumah itu.

Mereka dikenal sebagai keluarga kaya di desa tersebut.

Rumah mereka cukup megah dibanding tetangga sekitar.

Purwanto, punya warung sate kambing di Singkawang, dan dikenal cukup sukses.

Peristiwa tersebut berujung pada tewasnya anak bungsu mereka.

Orlin (6) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan posisi kepala tenggelam di dalam bak mandi.

 Sementara itu, Daryanti mengalami luka pada bagian leher. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.