TRIBUNJOGJA.COM - Drama Korea Can This Love Be Translated? merupakan drakor orgiginal netflix dengan genre romansa sederhana mengenai bahasa, komunikasi, dan hubungan antara aktris dan penerjemah.
Namun menyimpan banyak lapisan cerita yang perlahan terbuka lewat detail kecil, dialog ambigu, dan memori masa lalu sang tokoh utama.
Salah satu kekuatan utama drakor ini terletak pada plot twist psikologis dan emosional yang tidak selalu dijelaskan secara gamblang.
Penonton dipaksa menafsirkan sendiri potongan-potongan cerita, terutama yang berkaitan dengan masa lalu Cha Mu Hee (Go Younjung) dan dinamika hubungannya dengan orang-orang terdekat.
Berikut 4 plot twist utama dalam series Can This Love Be Translated? yang paling bikin penonton terkejut sekaligus bingung dan justru membuat ceritanya terasa membekas.
Baca juga: 6 Lokasi Syuting Ikonik di Drakor Can This Love Be Translated?
Sejak kemunculan Do Rami, banyak penonton menganggapnya sebagai karakter misterius dengan kepribadian unik dan kehadiran yang terasa “berbeda”.
Namun seiring berjalannya episode, muncul kejanggalan-kejanggalan kecil seperti Do Rami sering hadir di momen tertentu saja, jarang berinteraksi dengan karakter lain, dan selalu muncul ketika Cha Mu Hee (Go Younjung) berada dalam kondisi emosional yang rapuh.
Plot twist besar akhirnya terungkap Do Rami adalah delusi Mu Hee (Go Younjung).
Do Rami bukan sosok nyata, melainkan representasi dari ibu kandung Mu Hee (Go Younjung) di masa lalu, yang memiliki wajah sangat mirip dengannya, bahkan nyaris plek ketiplek.
Delusi ini menjadi mekanisme bertahan hidup Mu Hee (Go Younjung) dalam menghadapi trauma masa kecil dan kekosongan figur ibu yang tidak pernah benar-benar hadir dalam hidupnya.
Twist ini bukan hanya mengejutkan, tapi juga menggeser genre cerita dari sekadar romansa menjadi drama psikologis yang subtil.
Kehadiran Dorami menjadi simbol luka lama yang belum sembuh, sekaligus kerinduan Mu Hee (Go Younjung) terhadap sosok ibu yang tak pernah bisa ia pahami sepenuhnya.
Berbeda dengan kebanyakan drakor yang suka memberikan jawaban pasti, Can This Love Be Translated? justru memilih jalan sebaliknya.
Status orang tua Mu Hee (Go Younjung) dibuat sengaja tidak jelas.
Penonton tidak pernah benar-benar diberi kepastian apakah orang tua Mu Hee (Go Younjung) masih lengkap atau tidak.
Yang jelas, Mu Hee (Go Younjung) tidak pernah diberi tahu kebenaran sepenuhnya oleh keluarga ayahnya.
Tidak ada penjelasan mendalam, tidak ada klarifikasi eksplisit, dan tidak ada satu adegan pun yang benar-benar menjawab tanda tanya tersebut.
Plot twist ini terasa menyebalkan bagi sebagian para penonton, namun justru menjadi kekuatan naratif drama.
Ketidakjelasan ini mencerminkan realita pahit yang tidak semua orang mendapatkan jawaban atas masa lalunya.
Drama ini seolah ingin menegaskan bahwa kebingungan Mu Hee (Go Younjung) adalah inti ceritanya, bukan sesuatu yang harus “diselesaikan” secara rapi.
Dalam banyak drama romantis, biasanya tokoh pria digambarkan sebagai pihak yang lebih dulu jatuh cinta. Namun, Can This Love Be Translated? mematahkan pola tersebut.
Dalam 12 episode, digambarkan bagaimana Cha Mu Hee (Go Youn Jung) begitu menyukai Ho Jin (Kim Seon Ho), namun nyatanya Ho Jin (Kim Seon Ho) juga memiliki perasaan yang sama dari awal.
Perasaan itu muncul secara perlahan dan tulus, bahkan sebelum Joo Ho Jin (Kim Seon Ho) berani mengakui apa pun pada dirinya sendiri.
Alasannya bukan karena tidak peduli, melainkan karena Ho Jin (Kim Seon Ho) belum selesai dengan perasaan dan luka dari masa lalunya sendiri.
Denial Ho Jin (Kim Seon Ho) ini membuat hubungan mereka berjalan timpang, penuh jeda, dan sering kali terasa salah waktu.
Twist ini membuat dinamika cinta mereka terasa lebih dewasa dan realistis, bahwa cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga kesiapan emosional.
Sejak kecil, Mu Hee (Go Youn Jung) tumbuh dengan satu keyakinan bahwa sosok pria yang ia lihat dalam kejadian yang menimbulkan trauma adalah ayahnya.
Ingatan masa kecil, cerita keluarga, hingga sikap orang-orang di sekitarnya selalu menguatkan narasi tersebut.
Nyatanya sosok tersebut adalah pamannya, identitas ayah kandungnya tidak pernah dijelaskan secara jujur.
Sosok yang Mu Hee (Go Youn Jung) kenal dan ingat bukanlah cerita yang utuh, melainkan versi yang sudah dipelintir demi kepentingan keluarga.
Drama ini tidak pernah memberikan jawaban pasti siapa ayah Mu Hee (Go Youn Jung) sebenarnya, yang ditonjolkan justru dampak psikologis dari kebohongan tersebut.
Plot twist ini menjadi salah satu yang paling menyakitkan, karena menyoroti bagaimana kebohongan keluarga bisa membentuk identitas seseorang tanpa ia sadari.
Baca juga: Sinopsis & Para Pemain Drakor Can This Love Be Translated? yang Segera Tayang
Can This Love Be Translated? bukan drama hanya drama romansa yang menyuapi penonton dengan alur yang sesederhana itu.
Plot twist-nya tidak selalu diumumkan lewat dialog dramatis, melainkan lewat detail kecil, gestur, dan kekosongan informasi.
Empat twist di atas membuktikan bahwa drakor ini lebih menekankan emosi, trauma, dan perspektif subjektif tokohnya, bukan sekadar alur romantis.
Justru karena banyak hal yang tidak dijelaskan secara gamblang, ceritanya terasa lebih manusiawi dan membekas.
Drama ini cocok untuk penonton yang suka cerita slow-burn, psikologis, dan penuh tafsir, bukan yang mencari romansa klise dengan akhir yang serba jelas.
(MG Shabrina Andini)