BANGKAPOS.COM--Kematian merupakan sebuah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap makhluk yang bernyawa.
Dalam perjalanan hidup, manusia akan berhadapan dengan perpisahan yang paling berat, yakni kehilangan orang-orang tercinta, baik itu orang tua, pasangan, saudara, sahabat, maupun kerabat dekat.
Islam sebagai agama yang sempurna telah mengajarkan umatnya bagaimana bersikap ketika menghadapi kabar duka.
Seorang Muslim dianjurkan untuk tetap tenang, bersabar, serta memperbanyak doa ketika mendengar seseorang meninggal dunia.
Sikap ini bukan sekadar adab sosial, melainkan bentuk keimanan dan kepasrahan total kepada ketentuan Allah SWT.
Saat kabar kematian datang, Islam menganjurkan umatnya untuk mengucapkan doa istirja’, sebuah kalimat yang sarat makna dan menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.
Istirja’ adalah ucapan yang mencerminkan keikhlasan dan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.
Kalimat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah titipan, dan pada waktunya akan kembali kepada Sang Pemilik sejati.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 156:
Tulisan Arab:
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Tulisan Latin:
Alladzîna idzâ ashâbath-hum mushîbah qâlû innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn
Artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.’”
Ayat ini menjadi landasan utama bagi umat Islam dalam menghadapi musibah, termasuk kematian.
Dengan mengucapkan istirja’, seorang Muslim meneguhkan keyakinannya bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana atas segala ketetapan-Nya.
Ketika pertama kali mendengar kabar seseorang meninggal dunia, dianjurkan untuk mengucapkan:
Tulisan Arab:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Tulisan Latin:
Innalillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn
Artinya:
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.”
Kalimat sederhana ini memiliki makna yang sangat dalam, sekaligus menjadi penenang hati bagi orang yang sedang berduka.
Selain istirja’, umat Islam dianjurkan untuk mendoakan ampunan, rahmat, dan keselamatan bagi orang yang telah meninggal dunia.
Doa ini merupakan bentuk kasih sayang terakhir dari sesama Muslim.
Salah satu doa pendek yang sering dibaca adalah:
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Tulisan Latin:
Allâhummaghfirlahu warhamhu wa‘âfihi wa‘fu ‘anhu
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah segala kesalahannya.”
Untuk jenazah perempuan, bacaan doa dapat disesuaikan menjadi:
Tulisan Latin:
Allâhummaghfirlahâ warhamhâ wa‘âfihâ wa‘fu ‘anhâ
Dalam beberapa riwayat, Rasulullah juga mengajarkan doa yang lebih panjang untuk dibaca ketika mendengar kabar seseorang wafat.
Tulisan Arab:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
اللَّهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ
وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي عِلِّيِّينَ
وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ
وَلَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
Tulisan Latin:
Innalillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn, wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn.
Allâhummaktubhu ‘indaka fil muhsinîn,
waj‘al kitâbahu fî ‘illiyyîn,
wakhlufhu fî ahlihi fil ghâbirîn,
wa lâ tahrimnâ ajrahu wa lâ taftinnâ ba‘dahu.
Artinya:
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Ya Allah, catatlah dia di sisi-Mu sebagai orang yang berbuat baik, tempatkan catatannya di derajat yang tinggi. Berilah pengganti yang baik bagi keluarga yang ditinggalkannya. Jangan Engkau haramkan kami dari pahalanya dan jangan Engkau uji kami setelah kepergiannya.”
Doa untuk Jenazah Laki-laki
Jika yang meninggal dunia adalah laki-laki, maka doa yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ
وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ
وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ
وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ
وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ
وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ
وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dan bebaskanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumah, keluarga, dan pasangannya dengan yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”
Doa ini diyakini menjadi bentuk kasih sayang terakhir dari sesama Muslim kepada saudara yang telah berpulang ke rahmatullah.
Tulisan Arab:
إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ،
اللَّهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ،
وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي عِلِّيِّينَ،
وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ،
وَلَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ.
Tulisan Latin:
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun.
Allahummaktubhu ‘indaka fil muhsinin,
waj‘al kitabahu fi ‘illiyyin,
wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin,
wa la tahrimna ajrahu, wa la taftinna ba‘dahu.
Artinya:
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Ya Allah, catatlah dia di sisi-Mu sebagai orang yang berbuat baik, tempatkanlah catatannya di derajat yang tinggi (Illiyyin). Berilah pengganti yang baik bagi keluarganya yang ditinggalkan. Janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya dan janganlah Engkau uji kami setelah kepergiannya.”
Doa ini mengandung makna mendalam bukan hanya untuk mendoakan almarhum, tetapi juga untuk menguatkan hati orang yang masih hidup agar tabah menghadapi kehilangan.
Doa bagi orang yang meninggal dunia bukan hanya bermanfaat bagi almarhum, tetapi juga bagi orang yang membacanya. Setiap doa adalah pengingat bahwa hidup di dunia bersifat sementara dan akhirat adalah tujuan utama.
Rasulullah bersabda:
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan doa bagi orang yang telah wafat. Doa menjadi cahaya di alam kubur dan pahala bagi yang mengamalkannya.
Penutup
Kematian adalah takdir Allah SWT yang tidak bisa dihindari. Namun, Islam mengajarkan umatnya untuk menghadapi kehilangan dengan doa, kesabaran, dan keikhlasan. Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ, seorang Muslim tidak hanya mendoakan orang yang telah meninggal, tetapi juga menguatkan iman dan hati sendiri.
Semoga doa-doa tersebut menjadi sebab turunnya rahmat dan ampunan Allah bagi orang yang telah berpulang, serta memberikan keteguhan hati bagi keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan. Aamiin.
(Bangkapos.com/Zulkodri)