Terungkap Alasan Ahmad Nikahi Bos Sisri yang Sudah Punya Cucu, 4 Tahun Siri Telah Resmi KUA
January 31, 2026 11:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Terungkap alasan Ahmad Suryatna, pemuda 30 tahun menikahi Sisri bosnya sendiri yang terpaut usia terbilang cukup jauh yakni 28 tahun.

Ahmad Suryatna menikah dengan Sisri, wanita berusia 58 tahun yang telah memiliki dua cucu.

Kisah pasangan suami istri yang terpaut usia cukup jauh di Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyita perhatian publik.

Pernikahan keduanya telah berjalan selama 4 tahun secara siri.

Namun, pernikahan Sisri dan Ahmad kini telah diresmikan di Kantor Urusan Agam (KUA) Jenangan pada, Rabu (28/1/2026) siang.

Baca juga: Cinta Beda Usia 28 Tahun, Sosok dan Awal Mula Ahmad Nikahi Bos Sendiri, Mahar Rp200 Ribu

Sisri pun lega kini statusnya jelas secara hukum dan agama.

Sisri dan Ahmad terlihat mesra saat didatangi Tribun Jatim Network di rumahnya, Dukuh Krajan II, Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Bahkan keduanya terlihat memasak bersama. 

Kemudian tak lama mereka sarapan bersama. 

Lalu Ahmad berangkat kerja untuk jual beli sekam dan Sisri di rumah.

“Ya begini mbak setiap hari, saya masak. Mas Ahmad bantu masak, terus berangkat kerja,” ungkap Sisri dengan raut bahagia kepada Tribun Jatim Network, Jumat (30/1/2026).

Alasan Ahmad Nikahi Bos Sisri

Diakui Ahmad dan Sisri, cinta keduanya bersemi karena saling bertukar perhatian saat keduana masih berhubungan bos dan karyawan.

Sisri berkisah 7 tahun lalu Ahmad masih berusia 23 tahun. 

Saat itu, Ahmad  tidak lain adalah karyawan di tempat usaha jual beli sekam milik Sisri di Desa Nglayang, Jenangan.

BEDA USIA JAUH - Seperti kisah cinta dalam drama, Ahmad Suryatna pemuda asal 30 tahun menikahi sisri, bosnya sendiri yang terpaut usia 28 tahun. Berawal dari karyawan.
BEDA USIA JAUH - Seperti kisah cinta dalam drama, Ahmad Suryatna pemuda asal 30 tahun menikahi sisri, bosnya sendiri yang terpaut usia 28 tahun. Berawal dari karyawan. (Tribunjatim.com/Pramita Kusumaningrum)

Menurutnya, waktu itu, Ahmad diminta untuk pulang malah ditolak.

Saat hendak melamar Sisri, ia mengaku sempat mendapat penolakan dari keluarga wanita berusia 58 tahun itu.

Tak dipungkiri bagi Sisri ia merasa ragu karena statusnya sudah mempunyai 2 anak.

Baca juga: Detik-Detik Lula Lahfah Ditemukan Terbujur Kaku, Dari Curiga ART, Fakta Gas Tabung Pink di Balik TKP

Bahkan sudah dikarunia 2 cucu dari pernikahan yang pertama.

“Mungkin sering ketemu itu, jadi lama-lama suka. Saya lo juga kaget waktu dilamar 4 tahun lalu, tahun 2021. Kami akhirnya menikah secara siri,” kata Sisri kepada Tribun Jatim Network, Jumat (30/1/2026)..

“Orang tua Ahmad memang setuju. Keluarga saya juga luluh. Saya ya kaget, tiba-tiba hatinya ke aku, orang tua juga gak papa,” kisahnya.

Ahmad sendiri mengaku memang sudah cinta dengan Sisri. 

Melihat Sisri yang perhatian dengan dirinya dan keluarganya di Desa Wates.

“Pengen nikah tanya-tanya orang tua dulu. Dapat restunya, kerja di sini 3 tahun, muncul rasa sayang. Orangnya ya baik, membantu dan perhatian,” urainya.

Saat pernikahan siri pada 2021 lalu, Sisri diberi mahar peralatan salat.

Rupanya pernikahan keduanya itu telah berjalan selama 4 tahun secara siri.

Sang Suami Karyawan Sendiri

Sisri berkisah 7 tahun lalu Ahmad masih berusia 23 tahun. 

Saat itu, Ahmad yang merupakan pemuda asal Desa Wates, Kecamatan Jenangan tidak lain adalah karyawan di tempat usaha jual beli sekam milik Sisri di Desa Nglayang, Jenangan.

Menurutnya, waktu itu, Ahmad diminta untuk pulang malah ditolak.

Ahmad sendiri melamar Sisri, walaupun sempat ada penolakan dari keluarga Sisri.

Maklum saja, Sisri sendiri berusia 58 tahun, sudah mempunyai 2 anak.

Bahkan Sisri sudah dikarunia 2 cucu dari pernikahan yang pertama.
 
“Mungkin sering ketemu itu, jadi lama-lama suka. Saya lo juga kaget waktu dilamar 4 tahun lalu, tahun 2021. Kami akhirnya menikah secara siri,” urainya.

Ahmad sendiri mengaku memang sudah cinta dengan Sisri. 

Melihat Sisri yang perhatian dengan dirinya dan keluarganya di Desa Wates.

“Pengen nikah tanya-tanya orang tua dulu. Dapat restunya, kerja di sini 3 tahun, muncul rasa sayang. Orangnya ya baik, membantu dan perhatian,” urainya.

Diberi Mahar Rp200 ribu

Saat pernikahan siri kemarin, dia diberi mahar peralatan salat.

Sedangkan saat menikah di KUA Jenangan, Sisri diberi mahar uang tunai sebesar Rp200 ribu.

Baca juga: Identitas Pelaku Dikenal Kanang, Sang Anak Minta Itikad Bantu Biaya Pengobatan, Berencana Jual Rumah

“Orang tua Ahmad memang setuju. Keluarga saya juga luluh. Saya ya kaget, tiba-tiba hatinya ke aku, orang tua juga gak papa,” kisahnya.

Kepala KUA Jenangan Tajib Ahmadi mengatakan, pernikahan Ahmad dan Sisri disaksikan keluarga terdekat.

“Kan memang sudah nikah siri 4 tahun. Terkendala ekonomi. Akhirnya bisa disah-kan secara negara,” papar Tajib.

Dia mengaku pernikahan beda usia tersebut bukan kali pertama.

Dia sendiri pernah menikahkan beda usia, dengan mempelai pria lebih tua 30 tahun daripada perempuan.

“Kalau sudah sama-sama suka mau gimana lagi. Semoga keduanya menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah,” pungkasnya.

Sosok Ahmad Suryatna

Diketahui, Ahmad Suryatna merupakan pemuda asal Desa Wates, Kecamatan Jenangan.

Kisah cintanya itu dimulai saat ia menjadi karyawan di tempat usaha jual beli sekam milik Sisri di Desa Nglayang, Jenangan.

Saat itu, Sisri berkisah 7 tahun lalu Ahmad masih berusia 23 tahun. 

Ahmad rupanya terpincut dengan kepiribadian Sisri yang dinilai sangat baik dan perhatian.

Perhatian itu mulai berkembang hingga Ahmad menujukkan keseriusannya untuk meminang Sisri.

Saat melamar Sisri, Ahmad sempat mendapat penolakan dari keluarga Sisri.

Maklum saja, Sisri sendiri berusia 58 tahun, sudah mempunyai 2 anak.

Bahkan Sisri sudah dikarunia 2 cucu dari pernikahan yang pertama.
 
“Mungkin sering ketemu itu, jadi lama-lama suka. Saya lo juga kaget waktu dilamar 4 tahun lalu, tahun 2021. Kami akhirnya menikah secara siri,” urainya kepada Tribun Jatim Network, Jumat (30/1/2026).

Ahmad sendiri mengaku memang sudah cinta dengan Sisri. 

“Pengen nikah tanya-tanya orang tua dulu. Dapat restunya, kerja di sini 3 tahun, muncul rasa sayang. Orangnya ya baik, membantu dan perhatian,” urainya.

Saat pernikahan siri kemarin, dia diberi mahar peralatan salat.

Rupanya pernikahan keduanya itu telah berjalan selama 4 tahun secara siri.

Telah Diresmikan KUA

Namun, pernikahan Sisri dan Ahmad kini telah diresmikan di Kantor Urusan Agam (KUA) Jenangan pada, Rabu (28/1/2026) siang.

Baca juga: Alasan Rinci Muhammadiyah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan 18 Februari 2026

Sisri pun lega kini statusnya jelas secara hukum dan agama.

Sisri dan Ahmad terlihat mesra saat didatangi Tribun Jatim Network di rumahnya, Dukuh Krajan II, Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

PERNIKAHAN BEDA USIA - Ahmad Suryatna pemuda asal 30 tahun menyita perhatian viral menikahi bosnya sendiri yang terpaut usia 28 tahun. Ia awalnya karyawan di tempat usaha. keduanya saat memasak bersama di rumahnya, Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (30/1/2026).  (Tribunjatim.com/Pramita Kusumaningrum)

Bahkan keduanya terlihat memasak bersama. Kemudian tak lama mereka sarapan bersama. 

Lalu Ahmad berangkat kerja untuk jual beli sekam dan Sisri di rumah.

“Ya begini mbak setiap hari, saya masak. Mas Ahmad bantu masak, terus berangkat kerja,” ungkap Sisri dengan raut bahagia.

Baca juga: Siapa Petinggi Maktour Diduga Dalangi Pemusnahan Dokumen Korupsi Kuota Haji, KPK Kantongi Bukti

Sedangkan saat menikah di KUA Jenangan, Sisri diberi mahar uang tunai sebesar Rp200 ribu.

Kepala KUA Jenangan Tajib Ahmadi mengatakan, pernikahan Ahmad dan Sisri disaksikan keluarga terdekat.

“Kan memang sudah nikah siri 4 tahun. Terkendala ekonomi. Akhirnya bisa disah-kan secara negara,” papar Tajib.

Dia mengaku pernikahan beda usia tersebut bukan kali pertama.

Dia sendiri pernah menikahkan beda usia, dengan mempelai pria lebih tua 30 tahun daripada perempuan.

“Kalau sudah sama-sama suka mau gimana lagi. Semoga keduanya menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah,” pungkasnya.

(Tribunjatim.com/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.