TRIBUNPRIANGAN.COM - Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNPTN) jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) mendekati jadwal resmi pembukaan.
Seleksi yang diketahui telah disiapkan sejak akhir Desember 2025 lalu ini, dikabarkan akan memulai pendaftaran resmi baru pada tanggal 3 hingga 18 Februari 2026 mendatang.
Adapun, dikabarkan sebelumnya, salah satu yang menjadi perhatian penting pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 adalah membawa perubahan penting dengan diberlakukannya Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dimana terdapat kombinasi daftar mata pelajaran yang diprioritaskan dalam seleksi ini.
Pasalnya, setiap siswa kini tidak hanya dinilai dari rapor, tetapi juga harus menyesuaikan pilihan mata pelajaran dengan program studi yang dituju, seperti Biologi dan Kimia untuk Kedokteran, Fisika dan Matematika untuk Teknik, atau Sosiologi dan Pendidikan Pancasila untuk Hukum.
Penetapan mata pelajaran prioritas ini bertujuan agar seleksi lebih terarah, adil, serta sesuai dengan kompetensi dasar yang dibutuhkan di perguruan tinggi.
Baca juga: SNBP 2026 Bisa Pilih Lebih dari Satu Kampus, Ini 20 Rekomendasi yang Paling Banyak Terima Peserta
Lantas apa saja deretan mata pelajaran yang penting untuk dipelajari peserta dari sekarang?
Daftar mata pelajaran pendukung atau “mapel pilihan TKA” untuk tiap program studi (prodi) diatur dalam Keputusan Mendikdasmen Nomor 102/M/2025 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam SNBP.
Dimana mapel utama dan choice ini harus sesuai prodi yang dituju, tidak sembarangan.
Artinya siswa harus memilih dua mata pelajaran pilihan yang relevan sebagai bagian dari TKA.
Mapel pokok atau wajib yang umumnya selalu muncul di SNBP/TKA diantarany adalah:
Meskipun belum semuanya diatur sebagai “wajib” TKA dalam dokumen publik yang saya telusuri, mapel ini selalu jadi bagian penting karena kemampuan dasar oleh TKA.
Sementara untuk mapel pilihan terdiri dari:
Baca juga: Cara Hitung Nilai Rata-rata SNBP 2026 Secara Mandiri untuk Para Siswa Siswi Kelas 12 SMA/SMK
Adapun, hal penting yang harus diperhatikan peserta adalah siswa harus memilih dua mapel pilihan yang relevan prodi supaya nilainya maksimal dan sesuai aturan.
Ada baiknya, jika mapel pilihan itu tersedia/diambil di sekolahmu dan tercatat dalam rapor. Karena jika tidak ada riwayat nilai, pilihan mapel itu bisa jadi tidak dihitung.
Sebab beberapa mapel pendukung berbeda tergantung Kurikulum yang sekolahmu gunakan: Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2013.
Tambahan info, pada akhir 2025 lalu, Pemerintah kembali merubah sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) untuk tahun ajaran 2026.
Dimana para calon mahasiswa diimbau untuk mulai mempersiapkan diri, baik dalam menentukan maupun memastikan program studi serta kampus tujuan agar peluang lolos seleksi semakin besar.
Adapun, aturan SNPMB 2026 diumumkan lebih awal dari biasanya—pada 16 September 2025. Ini agar sekolah dan siswa punya waktu persiapan menghadapi perubahan.
Mengutip data SNPMB BPPP sebagai bahan berkaca, dimana pada tahun 2025 kemarin, jatah kursi ini bisa kamu cek di universitas mana saja di seluruh Indonesia yang kira-kira bisa kamu tembus.
Karena jika melihat kursi yang tersedia, sangat berbanding terbalik dengan jumlah peminat yang mendaftar, Jadi kamu harus benar-benar serius mengikuti seleksi ini.
Mengutip dari berbagai sumber, selain jadwal dan mapel berdasarkan pengumuman terbaru dari Kemendikbud / Kemendikdasmen terdapat sedikitnya 4 perubahan sistem kerja lainnya pada seleksi SNBP 2026 mendatang, dinataranya:
Mulai tahun 2026, TKA diperkenalkan sebagai instrumen tambahan di jalur SNBP.
Artinya selain nilai rapor, siswa bisa/akan memakai skor TKA sebagai pertimbangan.
TKA bukan wajib, Tapi Penting
Meski tidak diwajibkan mengikuti TKA, hasilnya dapat memperkuat peluang siswa di jalur prestasi.
TKA bertujuan juga sebagai alat validasi atau pengecek bahwa nilai rapor sesuai kapasitas akademik siswa, dimana untuk mengurangi perbedaan standar antar sekolah dan potensi "inflasi nilai" rapor.
Aturan SNPMB 2026 diumumkan lebih awal dari biasanya—pada 16 September 2025. Ini agar sekolah dan siswa punya waktu persiapan menghadapi perubahan.
Dikutip dari laman SNPMB, penjelasan ini berkaitan dengan proses pendaftaran yang mempercepat pemilihan universitas.
Dimana siswa eligible yang bisa mendaftar SNBP 2026, diperbolehkan memilih maksimal dua program studi (prodi), baik di satu maupun dua universitas (PTN).
Pasalnya, jika memilih dua program studi, salah satunya harus berada di PTN yang sama dengan provinsi sekolah asal.
Ketentuan ini meliputi rincian:
1. Setiap siswa yang eligible diizinkan memilih Prodi di PTN Akademik, dan/atau PTN Vokasi.
2. Setiap siswa dapat memilih dua program studi dari satu atau dua PTN.
3. Jika memilih satu program studi, siswa dapat memilih PTN yang berada di provinsi mana pun.
4. Jika memilih dua program studi, salah satu program studi harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya.
5. Daftar program studi dan daya tampung SNBP dapat dilihat pada sub menu Daya Tampung PTN SNBP.
Adapun, agar berhasil mendaftar dan lolos seleksi, peserta harus memenuhi beberapa syarat penting dahulu, diantaranya:
Disamping itu, seperti biasa pada tahun-tahun sebelumnya, seleksi nasional dengan sistem menpenilaian prestasi akademik dalam bentuk nilai rapor dan pencapaian non-akademik tanpa ujian tertulis dan tidak berbayar ini akan melalui beberapa tahapan penting, salah satunya adalah pembuatan akun hingga pengunggahan data penting lainnya sesuai ketentuan, dan syarat yang berlaku.
Itu artinya peserta diwajibkan untuk mengetahui tahapan, jadwal, dan tata cara pendaftaran agar bisa dengan mudah diterima datanya.
Informasi bahwa SNBP 2026 “akan dibuka” pertama kali ditandai dengan pengumuman kuota sekolah pada akhir Desember 2025.
Meskipun pengumuman dan tahap-tahap awal sekolah dimulai sejak Desember, peserta siswa akan mulai bisa mendaftar pada tanggal 3 Februari 2026 untuk SNBP.
Sementara itu, Pendaftaran akun siswa (untuk keperluan SNBP) dibuka sejak 12 Januari 2026 hingga 18 Februari 2026.
Untuk lebih jelas, simak tahapan dan jadawal resminya berikut ini: