Tribunlampung.co.id, Makassar - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menangis saat memberikan pidato arahan penutup di Rapat Kerja Nasional I (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Melansir Tribunnews.com, awalnya Kaesang terlihat membawa secarik kertas yang sengaja disiapkan untuk dirinya berpidato.
Namun, saat tiba di atas podium, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu justru enggan membaca tulisan yang ada kertas tersebut.
"Saya sebenarnya diminta untuk membacakan ini, tetapi....," ucap Kaesang dengan suara yang makin berat.
Tak lama, terlihat Kaesang menundukkan kepalanya dan tak kuasa menahan air matanya sambil terdiam dengan durasi cukup lama sekitar 20 detik.
Kaesang bahkan terlihat sempat mengusap matanya berkali-kali dan berupaya untuk berbicara di hadapan ribuan kadernya.
Akan tetapi, suara yang keluar dari mulut Kaesang justru lirih dan bergetar.
"Cuma satu hal yang bisa saya janjikan kepada teman-teman semuanya, bahwa PSI akan menjadi partai yang paling besar nantinya," ucap Kaesang.
Keadaan tersebut lantas mendapat respons dari kader PSI yang hadir.
Mereka berteriak sekaligus memberikan semangat kepada Kaesang Pangarep.
"Kaesang, Kaesang, Kaesang," gemuruh kader PSI.
Setelah itu, Kaesang kembali melanjutkan sambutannya dan menyampaikan capaian kerja yang telah dilakukan oleh pengurus PSI di tingkat bawah.
Dirinya berharap agar seluruh kader PSI terus mematangkan struktur hingga akhirnya bisa lolos verifikasi KPU menjadi peserta pemilu 2029 nantinya.
"Ini tolong di-update, jangan sampai merah, kalau merah nanti ketua DPWnya akan dicopot," tegas Kaesang.
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) hadiri Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ayah Wakil Presiden Gibran itu siap bekerja mati-matian untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Melansir Kompas.com, awalnya Jokowi menyebut dia akan bekerja keras untuk PSI.
"Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI," ujar Jokowi.
Lalu, barulah Jokowi berteriak dia akan mati-matian demi PSI.
Jokowi juga berjanji akan bekerja habis-habisan untuk PSI.
"Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI!" teriak Jokowi disambut tepuk tangan.
"Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI!" sambungnya.
Jokowi menjelaskan, Indonesia memerlukan partai yang baik.
"Inilah yang harus kita kerjakan. Negara ini perlu partai yang baik. Perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan," imbuhnya.
PSI resmi menetapkan Jokowi sebagai tokoh utama dalam setiap kampanye PSI.
"Untuk kampanye, DPP telah menetapkan Pak Jokowi sebagai tokoh utama, Pak Jokowi sebagai figur utama kita, sebagai panutan partai ini," kata Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, membacakan kesimpulan hasil Rakernas PSI.
Ali menjelaskan, penetapan ini dilakukan bukan semata-mata karena Jokowi pernah menjadi Presiden.
Menurutnya, PSI memilih Jokowi karena ayah Kaesang Pangarep tersebut merupakan teladan sekaligus patron politik.
Baca juga: Kecurigaan Ibu atas Perilaku Putrinya, Ternyata Hamil Dirudapaksa Ayah Kandung