SURYA.co.id - Membaca Doa Qunut pada rakaat kedua sholat Subuh adalah amalan yang sangat dianjurkan (Sunnah Muakkad) menurut Madzhab Syafi'i.
Selain sebagai sarana memohon petunjuk, bacaan qunut ini memiliki kedalaman makna sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT di waktu fajar.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan doa Qunut beserta keutamaannya yang perlu Anda ketahui.
Baca juga: 9 Bacaan Sholawat Malam Nisfu Syaban Teks Arab, Latin dan Artinya
Doa Qunut dibaca saat posisi berdiri tegak setelah ruku' (i'tidal) pada rakaat kedua, sebelum beranjak ke sujud pertama.
Adapun bacaannya mengutip laman NU sebagai berikut:
اللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Teks Latin: Allahummah dinii fii man hadait, wa 'aafinii fii man 'aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baarik lii fii maa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait, fa lakal hamdu 'alaa maa qadhait, wa astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu 'ala sayyidinaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berkahilah bagiku pada apa yang telah Engkau berikan. Lindungilah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menghukumi dan tidak dihukumi. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau cintai, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau Wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, keluarga, dan para sahabatnya."
1. Mengangkat kedua telapak tangan setinggi dada (seperti berdoa pada umumnya).
2. Jika menjadi imam, lafadz 'Ihdinii' (Berilah aku petunjuk) sebaiknya diubah menjadi jama' yakni 'Ihdinaa' (Berilah kami petunjuk).
3. Mengusap wajah, daam madzhab Syafi'i, saat sholat tidak disunnahkan mengusap wajah setelah selesai membaca doa Qunut, cukup langsung sujud.
5. Membaca doa Qunut bukan sekadar rutinitas, melainkan memiliki fadhilah (keutamaan) yang besar.