Laporan Reporter Tribunjabar.id, Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Ahmad Rohimat (30) warga Kampung Pasirkuning Babakan, RT 05 RW 11 hanya bisa tertunduk sebari melihat 4 mobilnya yang telah ringsek tak berbentuk karena hantaman longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Mobil-mobil tersebut merupakan kendaraan bagi Ahmad untuk menopang hidup sebagai alat angkut hasil pertanian.
Ahmad seperti masih tak percaya dengan apa yang dialami, selain mobil, rumah Ahmad pun ikut rusak berat akibat terjangan longsor.
Ahmad terlihat belum merelakan mobil-mobilnya yang tak bisa lagi digunakan karena rusak parah. Sesekali Ahmad memandang lama pada mobil-mobil yang terlihat seperti barang rongsok. Ada mobil berwarna kuning, merah, putih, dan biru.
Sesekali, Ahmad mengusap-usap bagian mobil. Kemudian mengorek sela-sela ringsekan mobil untuk melihat dan memastikan sesuatu.
"Iya ini mobil-mobil saya semua, ada 4, sehari-hari buat ngangkut sayur, ada motor juga," kata Ahmad kepada Tribun Jabar pada Jumat (30/1/2026).
Ahmad merupakan buruh pengangkut hasil pertanian di Desa Pasirlangu. Pekerjaan itu dilakukan setiap hari untuk menghidupi istri dan dua anak.
Terjangan longsor membuat Ahmad saat ini menjadi pengangguran.
"Ya bagaiman lagi, tidak bisa ngapa-ngapain, (sekarang) tidak ada pemasukan," kata Ahmad sambil tersenyum tipis.
Ahmad menceritakan detik-detik material longsor menghantam rumah mereka. Suara gemuruh mendahului sebelum hantaman material longsor berupa lumpur dan bebatuan. Dia bilang, ada dua kali gemuruh.
"Iya (ada gemuruh), dua kali, ujarnya," katanya.
Rumah Ahmad memang tak langsung roboh dan hancur, dinding rumah masih bisa menahan, meski lumpur tetap memaksa masuk ke area dalam rumah. Ahmad pun mengaku sempat terendam lumpur.
Insting sebagai kepala keluarga membuat Ahmad spontan untuk bergerak cepat, membawa istri dan kedua anaknya yang tengah terlelap tidur.
"Posisi lagi tidur, sudah masuk lumpur, alhamdulilah anak istri selamat semua. Jadi posisi terendam lumpur, usaha sendiri (untuk menyelamatkan diri). Anak dua, SMP kelas 1 yang kedua TK," ujarnya.
Selain kehilangan mata pencaharian karena kendaraan hancur diterjang longsor, Ahmad dan keluarganya saat ini mengungsi ke rumah mertua.
Saat proses pencarian korban, ekskavator di lokasi terlihat menghancurkan bagian belakang rumah Ahmad untuk mengeruk material longsor.
Soal adanya rencana relokasi, Ahmad mengaku masih ragu-ragu karena belum ada kepastian dimana titik relokasi yang ditetapkan pemerintah. Ada kekhawatiran, lokasi relokasi berada jauh dari rumahnya saat ini.
"Kalau terdata sudah, sudah tahu juga (ada rencana relokasi). (Mau direlokasi?) Tidak tahu, mau lihat dulu (titik relokasi)," tandasnya.