Menperin Buat Roadmap Industri Semikonduktor, Bakal Ada Pusat Desain Chip di RI
kumparanBISNIS February 01, 2026 12:57 PM
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan roadmap atau peta jalan pengembangan industri semikonduktor nasional. Visi utama peta jalan tersebut adalah untuk visi menjadikan Indonesia berperan aktif dalam rantai pasok global.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kebutuhan semikonduktor nasional terus meningkat seiring dengan tingginya aktivitas industri hilir. Terlebih semikonduktor merupakan penopang bagi industri elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital.
Roadmap ini mencakup penguatan empat pilar utama, yaitu material, desain, fabrikasi (front end), serta assembly, testing, and packaging (back end), yang didukung oleh pengembangan SDM, riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri yang kondusif.
“Roadmap pengembangan semikonduktor nasional menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor dunia,” kata Agus dalam keterangannya, Minggu (1/2).
Untuk mengimplementasikan roadmap tersebut, Kemenperin kemudian membentuk Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Inisiatif ini diprakarsai Kemenperin bersama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), dan para pakar desain chip dari 13 universitas.
Agus menyebutkan, Kemenperin juga memperkuat ekosistem semikonduktor yang terintegrasi, dengan menempatkan pengembangan desain chip dan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus utama pada tahap awal.
“Pengembangan industri semikonduktor nasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan ditempuh melalui pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal,” ujarnya.
Agus membeberkan, saat ini Indonesia memiliki sejumlah fondasi penting dalam ekosistem semikonduktor, mulai dari fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor yang telah masuk dalam Global Value Chain, perusahaan desain integrated circuit, juga basis industri hilir seperti electronic manufacturing services (EMS), original equipment manufacturer (OEM), dan industri otomotif nasional.
Pada sektor elektronik, produksi ponsel nasional berada di kisaran 30–60 juta unit per tahun, sementara kebutuhan laptop ditargetkan mencapai 1,57 juta unit pada 2026.
Kemudian di sektor otomotif, produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 tercatat sebanyak 803.867 unit, termasuk kendaraan listrik dan hybrid. Sementara kendaraan listrik dan hybrid memiliki kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih besar dibandingkan kendaraan konvensional.
Meski pada saat yang sama, Agus juga menyoroti tingginya ketergantungan impor semikonduktor yang tercatat USD 4,87 miliar pada periode Januari–November 2025. Agus melihat ini sebagai l tantangan strategis bagi ketahanan industri nasional.
“Tingginya ketergantungan impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi ketahanan industri nasional. Kondisi ini perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual, sebagai fondasi awal kemandirian teknologi,” imbuhnya.