Bersama Liam Rosenior, Chelsea Rasakan Sensasi Comeback Bersejarah di Liga Inggris
February 01, 2026 12:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Chelsea meraih comeback luar biasa saat menjamu West Ham di Stamford Bridge pada pekan ke-24 Liga Inggris, Minggu (1/2/2026).

Dalam laga yang berjalan panas hingga menit akhir, Chelsea sukses membalikkan keadaan dan mengalahkan West Ham United 3-2. 

Skuad asuhan Liam Rosenior bangkit dari ketertinggalan dua gol, sekaligus mencatat sejarah sebagai tim Chelsea pertama yang mampu menang di Premier League setelah tertinggal dua gol saat turun minum.

Chelsea melakukan tujuh perubahan susunan pemain dibanding tim yang mengalahkan Napoli di Liga Champions pada Rabu lalu. 

Keputusan itu sempat menjadi bumerang, karena tuan rumah tertinggal dua gol di babak pertama hingga mendapat sorakan kecewa dari para pendukung saat jeda.

West Ham tampil jauh lebih rapi dan efektif sepanjang babak pertama. Mereka mampu mengeksploitasi sisi sayap dan ruang di antara bek sayap serta bek tengah Chelsea.

Pola inilah yang menghasilkan dua gol, masing-masing melalui Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville, yang sama-sama lahir dari serangan sisi sayap.

Chelsea terlihat rapuh tanpa bola dan kesulitan keluar dari tekanan. Blok rendah yang diterapkan Nuno Espirito Santo membuat lini tengah Chelsea tersumbat. 

Tomas Soucek secara khusus melakukan penjagaan ketat terhadap Enzo Fernandez, sementara setiap pemain Chelsea yang menerima bola di area half-space langsung mendapat tekanan dari gelandang West Ham.

Saat Chelsea mencoba membangun serangan lewat sayap, bek sayap West Ham tampil agresif menutup ruang dan mendorong winger The Blues menjauh dari area berbahaya. 

Alejandro Garnacho, meski berposisi sebagai winger, dinilai kurang memberikan bantuan bertahan kepada Jorrel Hato, sehingga celah di sisi tersebut berulang kali dimanfaatkan lawan.

Secara taktik, Nuno patut diapresiasi. Selain solid bertahan, West Ham juga berani mendorong Aaron Wan-Bissaka dan Malick Diouf untuk naik membantu serangan, menciptakan lebar permainan yang membuat Chelsea kerepotan.

Titik Balik di Babak Kedua

Situasi berubah drastis setelah jeda. Rosenior melakukan penyesuaian besar, termasuk memasukkan Joao Pedro, Marc Cucurella, dan Wesley Fofana. Hasilnya langsung terasa.

Enzo Fernandez mulai turun lebih dalam untuk menjemput bola, menghindari bayangan Soucek. Joao Pedro pun lebih sering berada di area tengah, menjadi penghubung serangan dan sosok yang mampu mengalirkan bola secara progresif.

Perubahan ini memaksa lini belakang West Ham keluar dari posisinya. Ketika satu pemain bertahan menekan, ruang di belakang terbuka dan dieksploitasi Chelsea.

Semua gol Chelsea berasal dari situasi umpan silang dan bola yang dikirim ke kotak penalti. Bek sayap seperti Cucurella dan Malo Gusto tidak hanya melebar, tetapi juga masuk ke half-space, menciptakan sudut serangan baru.

Fofana berperan dalam proses gol pertama, Cucurella mencetak gol penyeimbang, dan Joao Pedro kemudian menjadi arsitek gol kemenangan Enzo Fernandez di masa tambahan waktu.

SELEBRASI CHELSEA - Pemain Chelsea merayakan gol yang dicetak oleh Trevoh Chalobah ke gawang Arsenal pada laga pekan ke-13 Liga Inggris menghadapi Arsenal di Stamford Bridge, Minggu (30/11/2025) malam WIB. (Website Chelsea - 1/12/2025)
SELEBRASI CHELSEA - Pemain Chelsea merayakan gol yang dicetak oleh Trevoh Chalobah ke gawang Arsenal pada laga pekan ke-13 Liga Inggris menghadapi Arsenal di Stamford Bridge, Minggu (30/11/2025) malam WIB. (Website Chelsea - 1/12/2025) (Chelseafc.com)

Pertandingan ditutup dengan tensi tinggi. Keributan terjadi di dekat bendera sudut lapangan, beberapa pemain terlibat adu dorong, dan Jean-Clair Todibo akhirnya diganjar kartu merah.

Meski kalah, West Ham tetap bisa mengambil sisi positif dari 45 menit pertama yang sangat solid. 

Namun, keputusan bertahan terlalu dalam di awal babak kedua dan beralih ke formasi 5-3-2 justru mengundang tekanan beruntun dari Chelsea.

Bagi Chelsea, kemenangan ini menjadi modal besar jelang semifinal Carabao Cup melawan Arsenal.

Tambahan tiga poin krusial itu membawa The Blues naik ke posisi empat besar dengan koleksi 40 poin, berjarak satu poin dari Liverpool di posisi kelima.

Meski Rosenior mengakui kesalahan pendekatan di babak pertama, keberanian mengubah taktik di babak kedua terbukti krusial.

Sejak ditangani Rosenior, Chelsea kini mencatat enam kemenangan dari tujuh laga. Sebuah awal yang terbilang impresif, terlebih setelah kepergian Enzo Maresca.

Laga ini menegaskan bahwa Chelsea masih dalam proses, tetapi dengan fleksibilitas taktik dan kedalaman skuad yang mulai terpakai dengan baik, The Blues punya alasan kuat untuk optimistis menatap fase-fase penting musim ini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.