BMKG: Hujan Lebat–Angin Kencang Ancam Sulsel 2–4 Februari, Wilayah Barat Diminta Siaga
February 01, 2026 02:04 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM – Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menghadapi musim hujan pada Februari 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan pada Dasarian I Februari 2026 atau periode 1–10 Februari masih tergolong tinggi dan perlu diwaspadai.

Dasarian merupakan satuan waktu dalam meteorologi yang terdiri dari rentang 10 hari.

Dalam satu bulan, waktu dibagi menjadi tiga dasarian, yakni Dasarian I (tanggal 1–10), Dasarian II (11–20), dan Dasarian III (21 hingga akhir bulan).

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami, menjelaskan intensitas hujan diperkirakan meningkat pada awal Dasarian I.

“Prakiraan kami, intensitas hujan meningkat di awal dasarian, khususnya pada tanggal 2 hingga 4 Februari,” kata Nur Asia Utami saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (1/2/2026).

Ia menyebut potensi hujan berkisar dari kategori sedang hingga lebat.

Berdasarkan standar BMKG, hujan sedang memiliki intensitas 20–50 milimeter per hari dan umumnya berlangsung cukup lama, sehingga berpotensi menimbulkan genangan di wilayah rawan.

Sementara itu, hujan lebat dengan intensitas 50–100 milimeter per hari berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Wilayah yang berpotensi terdampak terkonsentrasi di Sulsel bagian barat, mulai dari Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, hingga Takalar,” ujarnya.

Nur Asia menambahkan, secara umum hujan dalam 10 hari pertama Februari didominasi kategori ringan hingga sedang.

Namun, peningkatan signifikan diperkirakan terjadi dalam tiga hari ke depan.

“Umumnya ringan sampai sedang selama 10 hariannya, tapi ada peningkatan intensitas di tanggal 2 sampai 4 Februari," kata dia.

"Setelah itu, intensitas kembali menurun hingga akhir dasarian pertama,” jelasnya.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Pada Senin (2/2/2026), peringatan waspada hujan sedang hingga lebat berlaku di 16 daerah, yakni Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, serta Kota Makassar dan Parepare.

Selanjutnya, pada Selasa hingga Rabu (3–4/2/2026), hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di 12 daerah.

Meliputi Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, Pinrang, Parepare, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, dan Selayar.

Khusus wilayah Barru, Pangkep, Maros, Makassar, dan Gowa, BMKG menetapkan status siaga karena potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Selain hujan, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi selama tiga hari di Sulsel bagian barat dan selatan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel telah menyiagakan personel dan peralatan di posko kabupaten/kota.

Sejumlah perahu karet, baik milik Pemerintah Provinsi Sulsel maupun pemerintah daerah, telah disiagakan dan didistribusikan ke wilayah rawan banjir.

“Saat ini kami sudah menyiagakan perahu-perahu. Ada yang kami simpan di Makassar dan ada juga yang dipinjamkan ke daerah seperti Barru yang kami anggap sebagai zona berbahaya,” kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo.

Amson menyebut Kabupaten Barru menjadi salah satu wilayah rawan banjir di Sulsel bagian barat.

Kondisi geografis yang berada di wilayah pesisir meningkatkan potensi banjir, termasuk banjir rob.

“Barru itu sering parah karena beriringan dengan banjir rob,” ujarnya.

Selain peralatan, BPBD Sulsel juga telah menyalurkan buffer stock logistik ke 24 kabupaten/kota.

Buffer stock ini merupakan persediaan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan mendesak saat bencana terjadi.

“Kalau terjadi bencana, logistik harus sudah sampai ke lokasi maksimal dalam waktu 3x24 jam,” jelas Amson.

Penentuan sebaran logistik dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan bencana, jumlah penduduk, serta ketersediaan logistik di masing-masing daerah.

Logistik yang disiapkan meliputi bahan pangan seperti makanan siap saji, biskuit, ikan kaleng, roti, serta perlengkapan shelter kit berupa tenda, matras, pakaian, dan family kit. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.