TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (2/1/2026).
Akibat cuaca ekstrem tersebut, sebuah pohon tua berusia puluhan tahun tumbang dan menimpa rumah kosong di depan Kantor Samsat Maros, Jalan Manggong, Kecamatan Turikale, sekitar pukul 11.00 Wita.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan sesaat setelah menerima laporan, satuan tugas langsung turun ke lokasi kejadian.
“Satgas sementara melakukan evakuasi dengan delapan orang personel,” ujarnya.
Namun proses evakuasi sempat tertunda karena kabel listrik ikut tertimpa pohon.
“Kami harus menunggu pihak PLN mematikan aliran listrik terlebih dahulu,” jelasnya.
Setelah listrik dipadamkan, petugas melanjutkan evakuasi.
Ukuran pohon yang besar dan rimbun membuat penanganan membutuhkan mobil hidrolik tambahan.
Selain di Jalan Manggong, BPBD juga mencatat pohon tumbang di Jalan Pemuda, Kecamatan Turikale, serta di Cabella, Kelurahan Boribellayya.
“Di Cabella juga ada pohon tumbang, ukurannya besar, sehingga proses evakuasi masih berlangsung,” kata Nasrul.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya.
Nasrul mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Hindari berteduh di bawah pohon besar serta segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan kondisi berbahaya,” pesannya.
Baca juga: Warga Sulsel Waspada! BMKG Prediksi Curah Hujan Meningkat 2-4 Februari 2026
Prakiraan BMKG
Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, menyebut intensitas hujan tinggi masih akan berlangsung sepanjang Februari 2026.
Hampir seluruh wilayah Maros berpotensi hujan sedang hingga lebat, kecuali Kecamatan Mallawa yang masuk kategori menengah.
Akumulasi curah hujan bulanan diperkirakan lebih dari 300 milimeter.
Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga masih menyertai kondisi cuaca akibat aktifnya monsun Asia dan pembentukan awan cumulonimbus.
Kecepatan angin berkisar 10-40 km/jam, bahkan bisa lebih.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Waspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta dampaknya seperti banjir, banjir bandang, pohon tumbang, dan longsor,” kata Rizky.
Musim hujan di Maros diperkirakan berlangsung hingga April 2026 di wilayah pesisir, dan hingga Mei 2026 di wilayah timur. (*)