TRIBUNKALTIM.CO - Kondisi rangka baja Jembatan Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, mendadak menjadi perbincangan hangat warga pada Minggu (1/2/2026).
Dua struktur diagonal pada jembatan nasional tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, memicu kekhawatiran pengguna jalan terhadap aspek keselamatan saat melintas.
Jembatan Malinau merupakan jalur penghubung vital yang setiap hari dilalui kendaraan masyarakat maupun angkutan logistik.
Kerusakan pada salah satu struktur utamanya pun langsung menimbulkan keresahan, terutama karena jembatan tersebut berada di lintasan dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Pelat Baja Sobek Menganga
Mengutip dari TribunKaltara.com, menurut pantauan di lokasi menunjukkan kondisi kerusakan yang mencolok. Pelat baja diagonal tampak sobek menganga menyerupai huruf “V”, dengan lapisan cat putih yang terkelupas dan memperlihatkan bagian logam di dalamnya.
Baca juga: 5 Pelabuhan di Kaltara Ditargetkan Terapkan QRIS 2026, Tiket Speedboat Mulai Tanpa Tunai
Kerusakan ini terlihat jelas dari badan jembatan dan mudah dikenali oleh pengguna jalan yang melintas.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sore. Dugaan sementara, kerusakan disebabkan oleh benturan alat berat yang tengah menjalani proses mobilisasi milik salah satu perusahaan konstruksi di wilayah Malinau.
Seorang pengguna jalan bernama Amrul mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut saat melintas di lokasi.
“Semalam pas saya lewat, memang ada trailer itu agak ke pinggir karena ada kendaraan lain, terus bagian depannya kedengaran ada suara keras,” ungkap Amrul.
Menurutnya, bagian depan alat berat terlihat mengenai besi penyangga jembatan. Benturan itu diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan fisik pada rangka baja jembatan penghubung tersebut.
Baca juga: Detik-Detik Kebakaran Hebat di Tanjung Selor Kaltara, Api Mengamuk Seusai Magrib
Jembatan Malinau berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Utara. Pemerintah daerah setempat dilaporkan telah mengirimkan laporan resmi kepada BPJN Kalimantan Utara guna meminta penanganan lebih lanjut.
Laporan tersebut bertujuan agar tim teknis dan ahli struktur segera melakukan penilaian mendalam terkait tingkat kerusakan jembatan pasca insiden, sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan demi menjamin keselamatan publik.
Pemeriksaan Lapangan dan Pengamanan
Pada Minggu pagi, DPRD Malinau bersama Bidang Dinas Pekerjaan Umum Malinau serta Polsek Malinau Kotamelakukan pemeriksaan fisik langsung ke lokasi jembatan.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi struktur sekaligus menilai potensi risiko bagi pengguna jalan.
Petugas juga telah menyiapkan langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar area jembatan. Rambu-rambu peringatan serta arahan petugas disiagakan guna meminimalkan risiko kecelakaan selama proses evaluasi dan penanganan berlangsung.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemerintah daerah menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama sembari menunggu hasil penilaian teknis dari BPJN Kalimantan Utara. (*)