BANJARMASINPOST.CO.ID - Awal Februari 2026 belum ada perubahan berarti pada harga emas perhiasan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (1/2/2026).
Harga masih sama dengan akhir pekan tadi, Jumat (30/1/2026) dan Sabtu (31/1/2026).
Disampaikan oleh H Ahmad, pemilik toko emas Ahmad, Pasar Lama Banjarmasin, untuk hari Sabtu dan Minggu tidak ada update harga emas.
Baca juga: Harga Emas Naik Turun, Pedagang Emas di Banjarmasin Bingung Menentukan Harga Jual dan Beli
Dikatakannya, perdagangan emas di Banjarmasin mengikuti harga terakhir pada hari Jumat saja.
"Jadi weekend, masing-masing spekulasi saja lagi, atau nebak-nebak harga Senin apakah naik atau turun," ujar Ahmad kepada banjarmasinpost.co.id.
Berpatokan pada Jumat (30/1/2026), emas perhiasan 999 Rp 2.850.000/gram, kadar 700 mulai dari Rp 2.100.000/gram, kadar paling rendah 375/ 420 mulai dari Rp1.100.000/gram.
Sementara itu, ada fenomena baru seiring pergerakan harga emas yang cenderung terus menaik daripada turun.
Di kawasan perdesaan, contohnya Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, dalam beberapa waktu terakhir ada pelaku usaha yang keliling membeli emas milik warga.
Sebagaimana diungkapkan Helda, warga Jorong, di desanya ada orang datang yang jemput bola menawari warga untuk menjual emas.
"Entah orang mana, pastinya orang itu banyak bawa uang dan siap membeli emas bagi warga yang mau menjual simpanan emasnya termasuk jenis swasa," beber Helda.
Emas swasa atau suasa adalah jenis perhiasan campuran logam, umumnya emas dan tembaga, dengan kadar emas rendah.
"Bila ada si pembeli itu datang, biasa mampir di rumah warga," ujar Helda.
Harga emas akan dibeli sesuai pasaran, misal harga di toko Rp 3 juta, maka si pembeli itu siap membeli meski emas si warga tanpa surat/nota dan akan mengurangi Rp 200 ribu- Rp 250 ribu per gram.
"Kemarin lumayan ramai warga yang menjual," katanya, seraya menyebutkan harga untuk jenis swasa Rp 500 ribu/gram.
Helda juga sempat jual cincin emas jenis swasa dan laku Rp 600 ribu.
(Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)