Tribunlampung.co.id, Jabar - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi santai kritik terkait aksinya membantu mengangkat korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kritik muncul karena tindakan tersebut dianggap bukan tugas pemimpin, melainkan tanggung jawab relawan atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menanggapi hal itu, Dedi justru menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengkritiknya.
"Saya mengucapkan terima kasih pada anak muda yang mengkritik saya," ujarnya, menunjukkan sikap santai dan rendah hati sekaligus menghargai masukan masyarakat.
"Bahwa gubernur enggak usah ikut narik atau ngangkat korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. Karena itu bukan tugas gubernur, itu tugas relawan atau BPBD," ujarnya, dikutip dari Tribun Jabar, Minggu (1/2/2026).
Ia pun membalas, justru kehadiran pemimpin di tengah situasi tersebut bukan hanya soal teknis di lapangan.
Kehadiran pemimpin di lokasi bencana merupakan simbol negara mampu memberikan dukungan moral dan semangat bagi relawan maupun warga yang terdampak.
Ia bahkan menyebut, kehadiran pemimpin di tengah-tengah bencana bisa menjadi "nyawa" tersendiri bagi sejumlah pihak.
"Saya sampaikan, kadang kehadiran pemimpin di tengah mereka itu membawa spirit bagi mereka,"
"Mereka cukup bahagia ketika saya hadir di sampingnya," katanya.
Dedi Mulyadi juga sempat dikritik terkait bantuan Rp10 juta untuk para korban longsor.
Mengutip TribunJabar.id, para korban longsor mengeluh karena bantuan Rp10 juta ber KK belum cair.
Janji tersebut diungkapkan saat ia meninjau lokasi dan ikut mengevakuasi korban longsor, Sabtu (24/1/2026) lalu.
Setelah menjanjikan hal tersebut, kini janjinya ditagih.
Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan bahwa bantuan Rp10 juta telah diberikan kepada 34 KK yang terdampak langsung.
"Seluruh bantuan itu sudah diberikan kepada 34 kepala keluarga,"
"Penyalurannya dilakukan segera setelah peristiwa terjadi," ujar Dedi Mulyadi, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, tak ada bantuan yang tertahan, hanya cara penyalurannya yang berbeda.
Ada yang diberikan langsung ke keluarga korban, ada juga yang diberikan kepada anggota keluarga, dan ada pula yang disalurkan melalui kepala desa.
Selain prioritas 34 KK, ada juga 134 KK yang mendapatkan bantuan senilai Rp1 juta untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
"Kalau masih ada yang merasa informasinya belum lengkap, silakan dicek tayangannya. Inilah manfaatnya, ketika gubernur juga menggunakan kanal konten, seluruh peristiwa bisa disajikan secara utuh dan terbuka," pungkasnya.
Baca juga: Alasan Inara Rusli Resmi Laporkan Virgoun