TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sahchrir, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) SULBAR yang bertugas di Rumaj batan (Rujab) Wakil Gubernur Sulawesi barat, Nampak duduk dengan tatapan kosong, MInggu (1/2/2026).
Dia tak sendiri, ada dua rekannya juga berada di lokasi yang sama.
Suasana di Rujab yang terletak di Jalan H. Abdul Malik Pettana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, tampak lengang dan penuh keheningan.
Baca juga: Sulbar Berkabung Bendera Setengah Tiang Dipasang di Rujab Wakil Gubernur
Terlihat bendera setengah tiang terpasang tepat di depan rujab.
Dipasang, setelah Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga berpulang pada Sabtu (31/1/2026).
Sahchrir mengaku, kabar wafatnya Salim bagai disambar petir di siang bolong.
Dia bercerita, momen saat pertama kali mendengar kabar duka dari Makassar.
Ia mengaku sempat terdiam lama, tak percaya bahwa pemimpin yang ia jaga telah tiada.
"Badan saya langsung gemetar. Rasanya tidak bisa beraktivitas ketika mendengar kabar itu kemarin," ujar Sahchrir saat ditemui Tribun-Sulbar.com, di halaman Rujab Wagub Sulbar, Jl H Abdul Malik Pettana Endeng, Keluruhan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
Kesedihan itu kian menyesakkan dada karena adanya harapan yang pupus.
Menurut informasi yang diterima para penjaga dari penghuni Rujab, almarhum sedianya dijadwalkan kembali ke Mamuju pada Senin (2/2/2026) besok.
"Saya dengar rencananya beliau mau puasa pertama di sini (Rujab). Tapi apa mau dikata, takdir berkata lain," sambungnya dengan suara lirih.
Di mata para petugas Satpol PP, Salim S Mengga bukan tipe pejabat yang senang dengan protokoler ketat.
Sahchrir memberikan kesaksian bagaimana sang Jenderal sering 'menyelinap' keluar rumah tanpa pengawalan hanya untuk menyapa rakyatnya.
"Beliau orang baik sekali. Sering saya lihat beliau keluar saat malam hari untuk menemui warga. Itu tanpa pengawalan sama sekali. Beliau sangat dekat dan tidak mau ada batasan dengan masyarakat," kenang Sahchrir.
Siang itu, pemandangan di pos jaga terasa mengharukan.
Sahchrir bersama dua rekan Satpol PP lainnya tampak duduk melingkar, namun tak banyak bicara.
Mata mereka terpaku pada layar ponsel, memantau dari kejauhan prosesi pemakaman sang jenderal yang berlangsung di Jakarta.
Ada keinginan kuat untuk melihat detik-detik terakhir sang pimpinan, namun rasa sedih seringkali membuat mereka tak sanggup menatap layar lebih lama.
"Saya mau nonton (siaran pemakaman), tapi rasanya sangat sedih. Tidak kuat," ungkap salah satu petugas.
Masyarakat Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) telah melaksanakan salat gaib untuk mendoakan almarhum Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjend (Purn) Salim S Mengga yang meninggal dunia.
Salim wafat saat masih menjalani perawatan di RS Siloam, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Pelaksanaan salat gaib untuk Salim S Mengga dilaksanakan usai melaksanakan salat dzuhur secara berjamaah.
"Kemarin kami laksanakan," jelas Nurdin, Pengurus Masjid Nurul Hidayah Topoyo saat ditemui di dalam masjid, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu (1/2/2026).
Nurdin Nampak mengenakan busana muslim berwarna merah maron.
"Sebelum ada imbauan, kami langsung melaksanakan (salat gaib)," ucap Nurdin.
Salat gaib sebagai bentuk simpati dan duka cita besar atas kepulangan sosok Tokoh Besar Sulawesi Barat yakni Salim S Mengga.
Nurdin juga mengenal sosok Salim sebagai tokoh berpengaruh Sulawesi Barat.
Ia menjelaskan, Salim dikenal sebagai sosok pemimpin religius, berwibawa, jujur, tegas dan merakyat.
"Semoga amal-amal beliau diterima di sisi Allah SWT, dosa-dosanya diampuni serta meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah," ujanrya menambahkan.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka merasa kehilangan sahabat sejati atas kepergian almarhum Salim S Mengga.
Salim mendampingi Suhardi Duka memimpin Sulawesi Barat selama satu tahun, setelah keduanya terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 lalu. (*)
"Saya Gubernur dan seluruh rakyat Sulbar sangat kehilangan sosok teladan, pemimpin yg istikomah pemimpin yang sangat mencintai rakyatnya. Selamat jalan Kakanda, Sahabat sekaligus orang yang kami tuakan kami doakan Allah SWT menempatkanmu di tempat yg mulia," kata SDK. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi