TRIBUNPADANG.COM, AGAM – Warga Jorong Banio Balirik dan Pagadih Hilia, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, melaksanakan gotong royong membuka jalan yang ambles pada akhir November 2025 lalu.
Bencana hidrometeorologi melanda daerah tersebut pada 24 November 2025, menyebabkan jalan sepanjang 130 meter ambles sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintasinya.
Hingga Februari 2026, belum ada perbaikan dari Kementerian Pekerjaan Umum ataupun pihak terkait.
Baca juga: Tanpa Menunggu Bantuan, Warga Pagadih Agam Gotong Royong Buka Akses Jalan dengan Alat Seadanya
Akibatnya, warga memutuskan membuka jalan baru secara swadaya, yang pengerjaannya berlangsung dari pagi hingga sore hari.
“Kami bergotong royong antara Jorong Banio Balirik dan Pagadih Hilia untuk membuka jalan yang ambles akibat bencana pada 24 November 2025,” ujar Wali Jorong Banio Balirik, Rosni kepada TribunPadang.com, Minggu (1/2/2026).
Meski jalan utama ambles, akses warga tetap berjalan.
Namun, arus bolak-balik kendaraan roda empat terganggu, termasuk distribusi pupuk dan kebutuhan lainnya.
“Kita buka jalur baru di sebelah jalan yang rusak agar kendaraan roda empat bisa melintas. Dengan begitu, distribusi pupuk ke Banio Balirik tidak lagi terkendala,” tutup Rosni.
Ungkapan itu disampaikan oleh salah satu masyarakat bernama Madrid, kepada Tribunpadang.com, Rabu (26/11/2025).
Madrid mengatakan, akibat cuaca ekstrem membuat daerahnya dilanda berbagai bencana, mulai dari longsor, jalan ambles, banjir dan lain sebagainya.
Akibat jalan ambles tersebut, akses utama masyarakat ke luar terputus dan kekurangan logistk.
"Saat ini kami kekurangan logistik atau sembako untuk masyarakat," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Ia berharap saat sekarang, bantuan dari pemerintah bisa disalurkan di derahnya, lantaran akses jalan terputus.
"Hal yang utama itu memang sembako untuk warga Pagadih," bebernya.