TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tragedi kecelakaan lalu lintas maut melibatkan sepeda motor, pejalan kaki, dan sebuah mobil mengakibatkan satu orang pengendara meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Insiden ini terjadi tepat di depan Sinar Suci Cellular No. 180, di Jalan Nusa Kambangan, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat 30 Januari 2026 tepat tengah malam pukul 00.00 WITA.
Kapolresta Denpasar melalui Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo, menjelaskan hasil olah TKP dan keterangan saksi.
Kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Jupiter Z, dengan nomor polisi DK 6346 ID dikendarai pria berinisial INS (45) melaju dari arah utara menuju selatan.
Di saat yang bersamaan, seorang pejalan kaki (PJK) yang identitasnya masih dalam proses penyelidikan (lidik) tengah menyeberang jalan dari arah timur ke barat.
Baca juga: AKSI Keji Geng Motor Keroyok Gede Hingga Luka, Kejadian Dini Hari di Kapal Badung, Polisi Selidiki!
Baca juga: 2 KORBAN Meninggal Usai Laka Maut di Labuan Sait, Sopir Tewas Terhimpit & Pengendara Motor di RS!
"Pengendara motor melaju dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga menyerempet pejalan kaki yang tengah menyeberang," jelas Kompol Yusuf kepada Tribun Bali, pada Minggu 1 Februari 2026 pagi.
"Akibat serempetan tersebut, pengendara motor kehilangan kendali dan terjatuh ke jalur kanan," imbuh dia.
Naas dari arah berlawanan selatan ke utara, muncul mobil Daihatsu dengan nomor polisi DK 1696 BV yang dikemudikan pemuda berinisial DA (20). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindarkan.
Akibat benturan tersebut, pengendara motor berinisial INS, warga Denpasar kelahiran 1980, mengalami luka robek terbuka yang fatal di bagian kepala. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, pengemudi mobil Daihatsu, DA, dan penumpangnya, NH (21), dilaporkan dalam kondisi sehat tanpa luka-luka, meski bagian depan kendaraan mereka mengalami kerusakan material yang cukup signifikan.
Pihak Satlantas Polresta Denpasar saat ini masih mendalami kasus ini, termasuk mencari identitas pejalan kaki yang terlibat dalam serempetan awal.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pejalan kaki," tutur Kompol Yusuf.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada, dan menjaga kecepatan, terutama saat berkendara di malam hari dengan kondisi penerangan dan visibilitas yang terbatas," pungkasnya. (*)