Ressa Rizky Rossano Bantah Minta Denada Diboikot, Kuasa Hukumnya Peringatkan Iis Dahlia
February 01, 2026 08:32 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
 Iis Dahlia ikut terseret dalam polemik antara Denada dan putranya, Ressa Rizky Rossano.

Pertemuan mereka di sebuah acara fashion memunculkan pernyataan soal pemboikotan Denada yang membuat Ressa dan kuasa hukumnya, Ronald Armada, merasa tidak nyaman. 

"Saya geram, dia (Ressa) diam saja. Mau saya terjang, cuma saya alhamdulillah (bisa menahan diri), biasanya enggak sabar saya," ungkap Ronald melansir dari Kompas.com, Minggu (1/2/2026).

Di balik diamnya, Ressa sebenarnya merasa kalimat itu tidak tepat ditujukan padanya yang selama 24 tahun ini ikut menyimpan rapat statusnya, dan baru benar-benar membuka semuanya saat ini.  

"Maksudnya Ressa, Ressa enggak minta seperti ini, dan bukan Ressa yang minta (Denada) diboikot," ucap Ressa. 

"Rasa simpati yang diberikan netizen karena kejujuran saya menguraikan fakta yang benar-benar terjadi, tidak saya tambahi, tidak saya kurangi," tegas Ronald.

Ronald kemudian berpesan pada Iis Dahlia untuk bersikap netral dalam kasus ini. 

 "Bu Iis Dahlia, tolong sampeyan minggir, daripada berhadapan dengan saya," kata Ronald.

 

Denada rupanya diam-diam mengirim chat kepada Ressa mengenai perasaannya kepada Ressa Rizky Rossano. Namun Ressa memilih mengabaikan pesan singkat itu
Denada rupanya diam-diam mengirim chat kepada Ressa mengenai perasaannya kepada Ressa Rizky Rossano. Namun Ressa memilih mengabaikan pesan singkat itu (Youtube/Reyben Entertainment)

 

"Kalau sampeyan mau berpikir bijak, tolong sampeyan posisinya imparsial. Lepaskan dia sebagai temanmu. Kalau andai temanmu salah, nyatakan dia salah," ujarnya.

Tak hanya pada Iis Dahlia, Ronald juga menegur Irfan Hakim.

"Apalagi bang Irfan Hakim, saya itu kagum dengan jenengan, karena berakhlak mulia dan beradab. Tolong lah, agak sedikit adil dalam memberikan komentar," tutur Ronald.

Awal mula muncul gugatan Denada digugat terkait penelantaran anak, di mana Ressa menuntut pengakuan status anak serta pemenuhan hak hidup yang selama ini disebut tidak terpenuhi.

Untuk diketahui, menurut Ratih, tante Denada, Ressa dibawa ke rumahnya sejak berusia 10 hari. Saat itu nenek Denada sendiri yang membawanya dari Jakarta sampai ke Banyuwangi.

Gugatan terhadap Denada diajukan pada 26 November 2025 di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Alasan keluarga baru mengajukan itu setelah 24 tahun karena rasa kecewa dan sakit hati yang bertumpuk atas perlakuan Denada dan adiknya yang kini di Australia.

Mediasi gagal Selama proses mediasi, pihak kuasa hukum Ressa tak melihat ada itikad untuk menyelesaikan itu semua secara kekeluargaan. 

Ronald menegaskan bahwa upaya hukum yang dilakukan saat ini utamanya adalah keinginan keluarga agar Denada mau berkomunikasi dan meminta maaf.

Sementara pihak Denada, dalam mediasi itu mengakui soal Ressa sebagai anak kandung Denada dan membantah adanya penelantaran anak. Hanya saja mereka keberatan soal tuntutan Rp 7 miliar.

 

Denada Bongkar Gaya Hedon Ressa di Banyuwangi

Ressa Rizky Rossano yang kini diakui anak kandung oleh Denada disebut memiliki gaya hedon tinggal di Banyuwangi.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Iqbal selaku kuasa hukum dari penyanyi Denada.

Iqbal menambahkan kliennya memberikan fasilitas mobil pribadi untuk menunjang mobilitas harian pemuda tersebut.

"Hidupnya tergolong mewah atau hedon untuk standar lokal," ucapnya melansir dari Tribunnewsbogor.com, Minggu (1/2/2026).

Tak hanya itu, bahkan Denada telah menjalankan kewajiban sebagai orang tua dengan memenuhi segala kebutuhan fasilitas Ressa.

"Ressa ini bukan hanya sekadar diakui. Dia dibiayai, disekolahkan, dan difasilitasi," ujar Iqbal.

Sementara itu soal isu miring Ressa dijadikan sopir pribadi oleh Denada dan almarhumah Emilia Contessa dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan, Iqbal memberikan pembelaan.

Ia menilai hal tersebut bukan bentuk eksploitasi, melainkan metode pendidikan karakter.

"Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan supaya anak ini tidak manja," ucapnya.

Bahkan ia mengklaim gaji yang diberikan untuk Ressa sebagai sopir termasuk besar di daerah Banyuwangi.

"Gaji Rp 2,5 juta di Banyuwangi itu sudah besar. Jadi, saat orang tua memberikan pendidikan seperti itu, tujuannya agar anak tidak hanya sekadar meminta kepada orang tua," jelasnya.

 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.