TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski berhasil pulang dengan poin penuh dari markas Persis Solo, performa lini serang Persib Bandung kembali memicu kekhawatiran di kalangan pendukung setianya.
Kemenangan tipis 1-0 di Stadion Manahan, Sabtu (31/1/2026), dinilai belum mencerminkan dominasi sang pemuncak klasemen atas tim juru kunci.
Kritik tajam datang dari Wakil Ketua Viking Persib Club (VPC), Dadan Gareng.
Ia menyoroti tumpulnya barisan depan Maung Bandung yang gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol tambahan.
Dadan mengaku bersyukur atas tambahan tiga poin tersebut, namun ia menilai permainan Persib masih jauh dari kata maksimal.
Baca juga: Efek Domino Diaspora: Ragnar Oratmangoen Dirumorkan ke Persib Bandung, Solusi Lini Depan Bojan Hodak
Melawan tim dasar klasemen, Persib dianggap seharusnya bisa menang lebih meyakinkan.
"Harusnya bisa mencetak lebih dari satu gol. Jika melihat klasemen, jaraknya sangat jauh berbeda."
"Tapi kemarin permainan terasa kurang gereget dan kurang maksimal," ujar Dadan saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (1/2/2026).
Kekhawatiran Dadan memuncak pada babak kedua, di mana lini belakang Persib terus ditekan oleh Laskar Sambernyawa.
"Hampir saja terbalas, untung tidak gol. Ini yang harus jadi bahan evaluasi," tambahnya.
Dadan memberikan analisis mendalam mengenai komposisi skuad saat ini.
Menurutnya, lini belakang sudah sangat kokoh, apalagi dengan bergabungnya Layvin Kurzawa dan Dion Markx.
Begitu pula lini tengah yang dinilai sudah lumayan stabil.
Namun, ia merasa ada mata rantai yang hilang di lini depan.
Ia merindukan sosok striker bertipe killer yang mampu menyelesaikan peluang sekecil apa pun di dalam kotak penalti.
"Bukan membanding-bandingkan, tapi sekarang belum ada pemain yang seperti David Da Silva dulu."
"Jika sudah masuk kotak penalti, dia sangat mematikan dan kemungkinan besar gol," ungkap Dadan.
Satu hal yang menjadi tanda tanya besar bagi Bobotoh adalah perbedaan performa Persib saat bermain di kancah domestik dibandingkan di level Asia.
"Di ACL-2, Persib terasa bermain jauh lebih bagus. Sedangkan di Liga, meski menang, kita sering hanya menang satu gol, satu gol saja," tuturnya.
Dadan berharap tim pelatih bisa segera membenahi ketajaman lini depan agar Maung Bandung tidak terus-menerus kesulitan mengamankan poin di sisa musim Super League 2025/2026.(*)