‘Kopi Sontoloyo’ Konsep Klasik Dipadukan Dengan Barang Antik dan Harum Kopi yang Menggoda
February 01, 2026 08:35 PM

SURYAMALANG.COM, - Nuansa jawa klasik dipadukan dengan barang-barang unik menjadi ciri khas dari kafe Kopi Sontoloyo yang ada di Dusun Rekesan, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Mata pengunjung yang datang dimanjakan dengan hijau alam disepanjang jalan menuju kafe dan juga udara perbukitan Kota Batu yang sejuk hingga masuk ke tulang. Terlebih jika datang saat sore dan malam hari.

Saat sore hari menjadi waktu yang tepat untuk menikmati segelas kopi didampingi belahan jiwa ataupun rekan kerja di Kopi Sontoloyo Kota Batu.

Meski bernama Kopi Sontoloyo, tak melulu di sini hanya ada minuman kopi, namun banyak pilihan minuman yang lain.

Khusus untuk kopi, pemilik memilih untuk mengolah kopi sendiri. Bertempat di bangunan sebelah parkiran sepeda motor, di sana terdapat tempat roasting dan penggilingan kopi.

Baca juga: Pesona Burning Bar Malang: Nikmati Sensasi Makan Ketela di Atas Awan dengan View Kota Batu

Uniknya dari tempat nongkrong ini, begitu masuk di kawasan kafe seluas 1300 meter persegi itu, pengunjung langsung dapat melihat galeri barang-barang unik koleksi pemilik kafe Kopi Sontoloyo yang dikemas pada bangunan museum sebelah sisi kiri dengan model jadul.

Isinya ada bermacam-macam radio era belanda, kamera jadul, jam, mesin ketik, patung-patung, motor vespa, buku dan kursi-kursi kayu yang seluruhnya kini tergolong barang antik.

Sebelah bangunan terdapat kios yang berisi jajanan jadul yang pernah hits saat masa kecil. Ada coklat bentuk rokok, permen karet yosan, coklat payung, permen jahe, plembungan dan aneka ciki. 

Tidak hanya dipajang, jajanan itu dijual ke pengunjung yang datang, mulai harga Rp 5000an.

Makna di Balik Nama "Sontoloyo" dan Konsep Tradisional

Soal asal muasal nama kafe ini, Pemilik Kopi Sontoloyo Rinto mengatakan pemilihan kata Sontoloyo agar mudah diingat dan unik seperti konsep yang ditonjolkan.

“Sontoloyo sebuah kalimat yang mudah di ucap, di ingat dan banyak orang sering mendengar, sedang arti dari sontoloyo itu sendiri dalam budaya jawa adalah sebuah profesi seorang penggembala itik atau bebek" kata Rinto kepada Suryamalang.com, Minggu (1/2/2026).

"Kami menggunakan istilah sontoloyo sebagai usaha kuliner dengan menggabungkan kalimat kopi,” imbuhnya. 

Racikan Kopi Mandiri dari Tiga Lereng Gunung Malang Raya

Rinto mengatakan, konsep yang ia munculkan adalah kuliner nusantara atau tradional dengan menyelaraskan tempat yang dibangun berbentuk rumah-rumah jawa atau joglo, yang identik dengan kayu.

“Sebelum jadi sekarang ini pembangunan kami lakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit yang diambilkan dari hasil keuntungan tiap bulannya,” ujarnya.

Baca juga: Kafe di Bojonegoro Dilalap si Jago Merah, Diduga Karena LPG Bocor, Kerugian Tembus Rp 150 Juta

KAFE HITS BATU - Kafe Kopi Sontoloyo yang ada di Dusun Rekesan, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Minggu (1/2/2026. Kafe ini erat dengan konsep jawa klasik dipadukan dengan barang-barang unik dan antik serta udara yang sejuk.
KAFE HITS BATU - Kafe Kopi Sontoloyo yang ada di Dusun Rekesan, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Minggu (1/2/2026. Kafe ini erat dengan konsep jawa klasik dipadukan dengan barang-barang unik dan antik serta udara yang sejuk. (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Kafe yang berdiri pada tanggal 1 September 2018 itu memiliki beberapa minuman dan makanan andalan yang tak jarang membuat pengunjung jatuh hati untuk kembali datang.

Di antaranya minuman Kopi Sontoloyo yang merupakan perpaduan kopi dengan susu, kopi kosong atau semacam kopi tubruk, kopi arjuna, kopi dampit, kopi jahe, wedhang susu ketan, beras kencur hingga temulawak.

Sedangkan untuk makanan ada menu soto seger sontoloyo, nasi paru sontoloyo, nasi ayam sontoloyo, nasi lodeh sontoloyo dan juga segi srundeng sambal bajak.

Magnet bagi Wisatawan Luar Kota untuk Melepas Penat

Untuk bahan dasar kopi, kopi sontoloyo menggunakan tiga kopi dasar, yakni kopi dampit, kopi arjuna dan kopi ngantang.

Ketiga kopi ini berasal dari Malang Raya yang diolah sendiri oleh sang pemilik sebelum akhirnya disajikan ke pengunjung yang datang. 

Perlu diketahui, Kopi Sontoloyo pertama dibuka di Kota Batu, dan kini sudah memiliki beberapa cabang di daerah lain.

“Untuk kopi kami beli bijinya lalu kami roasting dan giling sendiri, lalu kita distribusikan ke outlet-outlet kita di Malang, Surabaya dan Trawas. Ciri khasnya semua tubruk,” jelasnya.

Secara rasa dan aroma kopi arjuna yang ditanam di lereng Gunung Arjuna ini tidak terlalu pahit atau lebih soft dibanding kopi dampit dan kopi ngantang. Sehingga bubuknya digiling lebih halus.

Baca juga: Scones, Roti Khas Inggris Hadir di Kota Malang, Pengunjung Bisa Menikmatinya di Kafe Sugar Room

KAFE HITS BATU - Kafe Kopi Sontoloyo yang ada di Dusun Rekesan, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Minggu (1/2/2026. Kafe ini erat dengan konsep jawa klasik dipadukan dengan barang-barang unik dan antik serta udara yang sejuk.
KAFE HITS BATU - Kafe Kopi Sontoloyo yang ada di Dusun Rekesan, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Minggu (1/2/2026. Kafe ini erat dengan konsep jawa klasik dipadukan dengan barang-barang unik dan antik serta udara yang sejuk. (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Untuk kopi dampit dan kopi ngantang lebih cenderung ‘strong’, sehingga digiling lebih kasar agar cita rasanya tak hilang.

Rinto menjelaskan yang membedakan kafenya dengan kopian lain yang ada di Malang Raya ialah konsep tempat dan juga makanannya yang lezat. 

“Kami berharap ke depan tetap konsisten dengan produk dan servis yang kami suguhkan,” pungkasnya.

Untuk pengunjung yang datang dari luar Malang Raya kebanyakan Surabaya, Kediri dan Blitar karena suka dengan konsep dan suasana tenang serta udara sejuk Batu.

Sementara itu pengunjung asal Surabaya, Veronica mengaku sudah 3 kali datang ke Kopi Sontoloyo bersama keluarganya. Yang membuat ia balik ke sana karena ketagihan minum kopi sontoloyo dipadukan dengan jadah dan udara yang sejuk.

“Sebenarnya kafe ini ada di Surabaya, tapi udara dan suasananya beda aja" tutur Veronica.

"Di Surabaya panas, kalau ngopi pengennya di ruangan ber-AC, kalau di sini adem mau di dalam ruangan maupun di luar. Rasanya minum kopi sama pisang goreng atau jadah ada udah cukup seneng,” imbuhnya. 

Baca juga: Maba Wajib Tahu, 3 Rekomendasi Kafe Murah Underrated di Malang yang Nyaman Buat Nugas

Kopi Sontoloyo buka setiap hari mulai pukul 10.00 wib hingga pukul 21.00 Wib dengan kisaran harga minuman mulai Rp 7.000 ribu hingga Rp 17.000, makanan mulai Rp 20.000 hingga Rp 34.000.

Di sana juga ada cemilan yang cocok disandingkan dengan kopi hitam, diantaranya aneka pisang goreng, tahu petis, tempe mendoan, jadah, singkong, dan jemblem.

Untuk ke sana pengunjung dari Alun-alun Kota Batu cukup menempuh waktu sekitar 15 menit.

Ditempuh lewat Jalan Gajah Mada kemudian belok ke kanan melewati Jalan Brantas sampai Jalan Bukit Berbunga, hingga masuk Jalan Raya Tulungrejo, kemudian belok ke kanan melewati Jalan Purwosenjoto lurus hingga ada papan tulisan Kopi Sontoloyo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.